Ini Dia Kapal Pengangkut Ternak Terbesar di Dunia!

Penggunaan kapal pengangkut ternak untuk memindahkan komoditas peternakan dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia sempat mengemuka beberapa waktu lalu. Ide pengiriman sapi dari wilayah timur Indonesia ke Pulau Jawa menggunakan kapal pengangkut ternak diwujudkan dengan peresmian kapal baru sebagai bagian dari ‘tol laut’ yang ditujukan untuk memperlancar dan mengefisienkan transportasi komoditi antar daerah.

Satu di antara sarana baru yang diresmikan Presiden, sebagaimana diberitakan Liputan6, bernama KM Camara Nusantara 1, merupakan kapal pengangkut ternak pertama buatan Indonesia. Kapal ini berkapasitas 500 ekor ternak dan berstandar internasional. Kapal pengangkut ternak yang juga baru pertama kali dioperasikan di Indonesia ini melayani rute Kupang-Bima-Tanjung Perak-Tanjung Emas-Bima-Kupang.

Bagaimana dengan penggunaan kapal pengangkut ternak di perdagangan ternak internasional? Sejak lama beberapa negara eksportir utama dunia, seperti Australia dan New Zealand, menggunakan moda transportasi tersebut untuk mengirim ternak ke negara-negara tujuan, di antaranya Amerika Serikat, Kanada, atau lain-lainya.

Penggunaan sarana transportasi laut sempat menjadi perhatian ketika terjadi insiden matinya 900 ternak sapi di perairann bebas, pada saat dalam perjalanan dari Australia ke Arab Saudi. Kondisi dan kelayakan fasilitas pada kapal pengangkut ternak dipertanyakan dan sempat menjadi kontroversi.

Siba Ship adalah operator angkutan laut yang berkedudukan di Italia dan memiliki spesialisasi dalam pengiriman ternak. Tahun 2002, mereka meluncurkan MV Becrux yang dilansir oleh Marinesight.com sebagai kapal pengangkut ternak terbesar di dunia. Sumber lain menyebut biaya pembuatannya mencapai 100 juta dolar Amerika.

Kapal yang terdaftar berbendera Panama ini dibuat di galangan Uljanik, Kroasia, berukuran panjang 176,5 meter, lebar 31,1 m serta berbobot mati 13.400 ton. Becrux, bobot kotornya mencapai hingga 29.770 ton, mampu melaju dengan kecepatan 24 knot.

Kapal Pengangkut Ternak 'Ocean Drover' alias 'Becrux' bersandar di Pelabuhan Timaru. (pic credit © stuff.co.nz)

Kapal raksasa pengangkut ternak ini dilengkapi dengan 779 unit kandang untuk kambing atau domba, dan 1416 unit kandang sapi. Luasnya mencapai 24.000 meter persegi, dan mampu menampung 20.000 sapi atau 60.000 kambing/domba.

Semua fasilitas tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang membutuhkan jasa pengangkutan ternak lewat laut. Kapal pengangkut ternak, berbeda dengan kapal kargo biasa, memiliki kru yang lebih banyak karena spesifikasinya. Rute pelayaran Becrux kadang melewati perairan yang rawan pembajakan, mengingat muatannya yang sangat berharga.

Kini, MV Becrux sudah berganti nama menjadi MV Ocean Drover. Dikutip dari laman Wellard, kapal tersebut diawaki 45 orang, memiliki 9 dek, mampu menampung 2,74 juta liter air dengan kemampuan produksi 600 ton air per harinya. Pakan yang mampu dimuatnya sebanyak 1500 ton.

Meski Siba Ship diberitakan berencana menggelontorkan kembali investasi senilai 250 juta dolar untuk meluncurkan dua unit kapal lagi yang berdaya muat 18.000 ekor sapi atau 75.000 ekor domba atau kambing, tampaknya gelar "Kapal Pengangkut Ternak Terbesar di Dunia" masih melekat pada Becrux alias Ocean Drover.
read more....


Kisah Sampson, Kuda Terbesar Di Dunia, Yang Bernasib Malang

Sebesar apa sih ukuran kuda terbesar yang pernah ada di dunia ini? Konon, nenek-moyang para kuda dulunya berukuran kecil saja, tidak sebesar dan segagah kuda sekarang. 50 juta tahun lalu, leluhur kuda diduga hanya seukuran anjing kecil. Setelah melewati waktu yang sangat panjang dan adanya campur tangan manusia, mereka meningkat ukurannya secara perlahan. Jenis kuda pekerja, atau kuda beban yang mampu menarik barang beberapa kali berat tubuhnya, yang digunakan untuk mendukung alat-alat pertanian atau alat sejenisnya, telah menjadi asal-muasal lahirnya jenis kuda terbesar.

Kuda terbesar yang pernah tercatat, baik menurut tinggi maupun bobotnya, menurut laman modernfarmer.com, adalah ‘Sampson’, seekor kuda jenis Shire yang dilahirkan pada tahun 1846 di Toddington Mills, Bedfordshire, Inggris. Pada usia 4 tahun, bobot tubuhnya mencapai 3.360 pounds atau 1.524,07 kg. Tinggi badan Sampson juga sangat fantastis, yakni 21,25 hand atau setara 215,9 cm menurut catatan Guinness Book of World Records. (Catatan: pengukuran tinggi kuda secara resmi menggunakan satuan hand). Sayang sekali dokumentasi gambar Sampson tidak tersedia, besar kemungkinan karena pada masa itu belum tersedia alat-alat fotografi secanggih sekarang.

Ukuran Sampson di usia yang masih muda memang luar biasa. Sebagai perbandingan, dapat dibayangkan dengan melihat ukuran runner up-nya, yakni kuda bernama ‘King LeGear’. Kuda tersebut berasal dari jenis Clydesdale, pada usia 7 tahun tingginya mencapai 20,5 hand dan bobotnya ‘hanya’ 2.950 pounds atau 1338,1 kg. Pengukuran dilakukan di sekitar penghujung abad 20. Kuda ini milik Dr. L.D. LeGear, seorang pendiri perusahaan obat-obatan veteriner yang berdomisili di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat.


Sampson, karena ukurannya yang begitu besar, mendapatkan nama julukan baru: Mammoth, merujuk pada nama hewan besar dari jaman purbakala. Meski begitu, kehebatan Sampson atau Mammoth sayangnya tidak berlaku dalam hal kejantanannya. Kuda raksasa tersebut bahkan harus menjalani kastrasi (pengebirian).

Kehebatan Sampson, sekaligus nasib buruknya tak mampu menghasilkan keturunan, merupakan sebuah paradoks. Tak heran, hal itu sampai melahirkan semacam sindiran atau olok-olok. Sebagaimana salah satunya tercantum pada “The Omnificent English Dictionary In Limerick Form” ini:

Thomas Cleaver’s horse Sampson stood tall—
By all records the tallest of all.
Still under age two,
How his testicles grew!
Tom bawled, “Soon he won’t fit in his stall!”

read more....


Selamat Jalan, Kang Yeyeh....

Berita duka menyebar melalui saluran komunikasi dan media sosial alumni Fapet Unpad hari ini. Berita yang menyentak perasaan dan membawa kesedihan mendalam. Di sisi lain, perenungan tentang rasa ikhlas, sabar, keindahan silaturahim dan tafakur atas semua perjalanan kehidupan, menjadi bagian dari hikmah yang dapat diendapkan.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke hadirat Allah SWT pagi ini pukul 5.00 WIB di Cianjur, sahabat dan senior kita, Kang Yeyeh Aleh Djunaedi, alumnus angkatan 1976 Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Beliau (pada foto nampak berada paling kanan, berjanggut, memakai topi) sempat hadir pada acara Pulang Kandang di kampus Fapet Unpad, Sabtu pekan kemarin (3/9/16).

Allahummaghfirlaha warhamhu wa'afihi wa'fu anhu. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik dalam kasih sayang-Nya, menerima semua amal kebaikan, mengampuni setiap kesalahan, dan menganugerahkan husnul khatimah kepada beliau. Keluarga yang ditinggalkan memperoleh kesabaran dan keikhlasan. Amiiin ya Rabbal 'alamiin.

read more....


Ini Dia, Kumpulan Foto Angkatan yang Hadir di Pulang Kandang 2016 (part 2)

Menyusul postingan sebelum ini yang memuat kumpulan foto angkatan-angkatan yang hadir pada acara Pulang Kandang kemarin (3/9/16) di Plaza Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, berikut ini adalah kumpulan foto lainnya yang telah masuk datanya.

Angkatan yang belum ada fotonya, akan segera kami masukkan setelah foto-foto susulan masuk. Mohon maaf, sekiranya ada angkatan yang belum ditampilkan. Pula, jika ada caption atau keterangan foto yang perlu dikoreksi, mohon bantuan via kotak komentar. Terima kasih.

read more....


Ini Dia, Kumpulan Foto Angkatan yang Hadir di Pulang Kandang 2016

Halo Pulang Kandang 2016 terlaksana sudah, Sabtu (3/9/16), bertempat di Plaza Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Perhelatan besar tahunan yang digelar oleh IKA FAPET UNPAD ini dihadiri oleh sekira seribu lima ratusan peserta, terdiri dari alumni, pimpinan fakultas, dosen, staf dan elemen kampus, tamu kehormatan serta pihak-pihak pendukung.

Tanggapan peserta Pulang Kandang kali ini sangat positif dan merasa puas melepas kangen dengan teman-teman kuliah maupun suasana kampus tercinta. Kehadiran puluhan angkatan alumni, sejak angkatan perintis (1963) hingga alumni muda, membawa nuansa warna-warni dan ceria.

Berikut ini kumpulan foto angkatan-angkatan alumni yang hadir pada acara kemarin. Foto ini masih akan bertambah seiring masuknya foto baru yang dikirim oleh angkatan yang belum 'tampil' dan disusulkan. Mohon maaf sekiranya ada angkatan yang belum terwakili, semata karena belum lengkapnya data yang didapat.

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Pulang Kandang 2016! Terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan pihak-pihak pendukung, terutama support dari seluruh alumni Fapet Unpad.

read more....



[pulangkandang.com]-> [close]