Kisah Luqman dan Anaknya Menunggangi Keledai

Ilustrasi: Wikipedia
Kisah berhikmah yang ‘melibatkan’ hewan ternak dan sangat terkenal dalam khazanah pustaka Islam adalah riwayat tentang Luqman al-Hakim. Tokoh ini dijadikan nama salah satu surat di dalam Al-Quran dan terdapat beberapa pendapat mengenai asal-usulnya.

Konon, suatu hari Luqman memasuki pasar dengan menunggangi seekor himar (keledai) dan diikuti oleh anaknya yang berjalan kaki. Orang-orang berkomentar, “Lihatlah itu, orang tua yang yang tak berperasaan, enak-enakan naik keledai sementara anaknya dibiarkan berjalan kaki.” Mendengar itu, Luqman turun dari keledainya dan menaikkan anaknya ke punggung hewan tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanan. Ternyata, orang-orang yang melihat kemudian berkomentar, “lihatlah, anak itu kurang ajar, enak-enakan duduk di atas keledai, sementara bapaknya berjalan kaki.”

Luqman mendengar komentar tersebut dan kemudian segera menaiki keledainya, lalu melanjukan perjalanan. Nyatanya, orang-orang yang melihat keduanya lagi-lagi memberikan penilaian negatif, “lihatlah, dua orang itu sungguh keterlaluan, menyiksa keledai!” Luqman merasa tak nyaman mendengar tanggapan tersebut, sehingga memutuskan untuk mengajak anaknya turun dari keledai dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menuntun keledainya. Apakah masalah selesai? Orang-orang memandang aneh dan berkomentar, “Lihatlah, ada dua orang memilih berjalan kaki dan keledainya tak ditunggangi….”

Luqman menasihati anaknya dalam perjalanan pulang. Katanya, “sesungguhnya tak ada manusia yang lepas dari ucapannya. Orang berakal tidak akan mengambil pertimbangan kecuali kepada Allah saja. Siapa pun yang mengenal kebenaran, itulah pertimbangannya.”

Lanjutnya lagi, “anakku, gapailah rejeki yang halal agar kamu tidak menjadi fakir. Sungguh, tidak ada seorang fakir kecuali dia pasti akan mengalami tiga masalah, yakni tipis keimanan terhadap agamanya, lemah akalnya (mudah diperdaya) dan hilang kepribadiannya. Lebih celaka lagi, mereka yang suka merendahkan orang lain menganggap ringan urusan orang lain.”

(kisah diadaptasi dari laman Wikipedia)
read more....


Kisah Sayyidina Ali Membagi Warisan Unta

Alkisah, seorang guru sufi yang shaleh merasa yakin bahwa ia sudah hampir sampai di batas akhir usianya. Ia kemudian memilah-milah harta yang dimilikinya berdasarkan hukum agama, dan menyisakan tujuh belas ekor unta untuk diwariskan kepada murid-muridnya. Tentang warisan tersebut, ia pun menulis wasiat yang berisi perintah pembagiannya, yakni: murid tertua mendapat setengah dari jumlah warisan, yang berusia di pertengahan antara yang tertua dan termuda memperoleh sepertiganya, dan yang termuda memiliki sepersembilannya.

Sang Guru akhirnya wafat dan wasiatnya pun dibacakan. Sebagian dari muridnya menganggap bahwa wasiat tersebut merupakan tuntunan agar tetap menjaga warisan Sang Guru secara utuh dan bersama-sama. Sebagian lagi bertanya kepada pihak lain, yang kemudian memberi saran agar mereka membagi warisan setepat mungkin. Seorang hakim bahkan merekomendasikan untuk menjual unta-unta tersebut, lalu membagi perolehan uang sebagaimana Sang Guru wasiatkan. Murid-murid yang lain ada juga yang secara ekstrim menganggap warisan tersebut tidak sah karena pembagiannya tidak dapat dilaksanakan.

Para murid akhirnya tersadar, bahwa mungkin ada kebijaksanaan di balik perintah pembagian warisan tersebut. Mereka lalu mencari orang yang dapat memecahkan masalah-masalah yang sangat pelik. Proses tersebut tidak mudah, karena setiap orang yang mereka temui ternyata gagal memecahkan persoalan tersebut. Hingga akhirnya perjalanan mereka sampai di hadapan menantu Nabi, Sayyidina Ali.

"Inilah solusi untuk masalah kalian," demikian Sayyidina Ali memberikan jawaban, "aku tambahkan seekor unta untuk kalian, sehingga jumlahnya menjadi delapan belas ekor. Murid tertua di antara kalian akan mendapat setengah dari jumlah itu, yakni sembilan ekor. Murid yang usianya di pertengahan akan mendapat sepertiganya, yakni enam ekor. Sedangkan murid termuda akan menerima sepersembilannya, yakni dua ekor. Semuanya berjumlah tujuh belas ekor. Seekor unta yang tersisa, itu untaku sendiri, maka kembalikanlah padaku.” Begitulah, para murid telah menemukan guru mereka yang baru.

Tulisan di atas merupakan adaptasi bebas dari kisah “Berbagi Unta” yang terdapat dalam buku ‘Thinkers of the East’ karya Idries Shah (Penguin Books, N.Y., 1979), yang diterjemahkan oleh Penerbit Pustaka, Bandung di dalam buku ‘Hikmah dari Timur’ (1982). Kisah-kisah berhikmah yang ‘melibatkan’ hewan ternak banyak terdapat di dalam khazanah pustaka, semenjak jaman dulu hingga sekarang. Banyak di antaranya terus dibacakan dan diulang-ulang karena mambawa manfaat dan pelajaran yang sangat berharga.
read more....


Ini Dia, Profil Kang Ir. Asep 'Obenk' Iskandar, ME., Kandidat Ketua IKA Fapet Unpad 2016-2020

Pemilihan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran sudah di ambang mata. Acara “Pulang Kandang” akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 April 2016, di kampus Fapet Unpad, Jatinangor. Kegiatan yang diagendakan, di antaranya adalah Musyawarah Komisariat (Muskom) IKA yang berisi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, penetapan program kerja dan pemilihan pengurus baru untuk periode tahun 2016-2020.

Sosok Ir. Asep Iskandar K., ME., menyeruak ke kancah pemilihan ketua baru IKA. Alumni senior yang berasal dari angkatan 1983 tersebut diusung oleh tim sukses multi-angkatan yang tampak bersemangat dalam menggalang dukungan. Pulangkandang.com menerima rilis CV dan rekam jejak Kang Ir. Asep ‘Obenk’ Iskandar K., ME. yang dikirim timses sebagai bagian sosialisasi kandidat tersebut kepada seluruh alumni.

Ir. Asep Iskandar K., ME. yang saat ini tercatat sebagai Senior Manager for Commodity Departement of Strategic Bussiness Unit Commodity and Trade Solution, juga merupakan auditor untuk FSMS ISO 22000, GMP The Netherlands, HACCP Systems dan auditor untuk Animal Welfare and Taceability – OIE/DAF-AQIS Requirements (ESQAS). Ayah dari dua anak yang hobi berkegiatan di alam bebas ini sebelumnya malang melintang di berbagai posisi di dunia profesi, di antaranya sebagai senior manager di PT. Sucofindo (persero).

“Kalau kita perhatikan, universitas yang berkualitas baik di seluruh dunia, pasti memiliki ikatan alumni yang baik pula. Sudah sampai waktunya, kita dukung almamater tercinta agar semakin baik, semakin ajib,” ungkap Kang Obenk, demikian panggilan akrabnya, kepada Pulangkandang.com ketika ditanya tentang motivasinya ikut meramaikan bursa Ketua IKA Fapet Unpad. Ia kemudian mengingatkan mengenai peran alumni dalam memperkuat dan menajamkan ‘trilogi fakultas-mahasiswa-alumni’ yang lebih sinergis, logis dan akuntabel.

Alumni yang berdomisili di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, tersebut mengungkapkan visinya untuk menjadikan IKA sebagai integrator alumni-fakultas-mahasiswa yang unggul, berbasis keilmuan transdisipliner, untuk meningkatkan peran alumni Fapet Unpad dalam memperkuat daya saing nasional.

Tak lupa pada akar kearifan lokal, Kang Obenk menyelipkan impian untuk menyelenggarakan beragam kegiatan dengan tagline “Gumbira Keur Balarea” (gembira untuk semua, red.), di samping pembangunan jejaring alumni dengan menggunakan ICT, membawa IKA berkontribusi ke lingkungan akademik dan masyarakat, serta aktivitas integral alumni-fakultas yang lintas profesi untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Sembari mengucap terima kasih atas berbagai dukungan dan kepercayaan, alumni yang sudah menjalani berbagai course dan training terkait profesinya, baik di dalam negeri maupun berbagai negara di Asia, Australia dan Eropa ini sempat menceritakan pengalamannya semasa kuliah di Fapet Unpad.

“Pengalaman paling berkesan buat saya adalah waktu pertama kali praktek lapangan dan menginap di pedesaan, dalam rangka praktikum mata kuliah Sosiologi Pedesaan. Terasa benar jadi mahasiswa, meski baru semester dua,” kenangnya sambil tersenyum. Kandidat yang menyandang NPM J1083006 ini menegaskan pandangannya tentang aktivitas dalam organisasi kemahasiswaan. “Bagi saya, itu adalah penguatan karakter!” tandasnya.

(Bahan dirangkum dari hasil input data oleh timses, dan wawancara dengan kandidat. Pulangkandang.com bersifat terbuka. Timses lain yang berkenan share profil kandidat, silakan kirimkan via email pulangkandang@gmail.com, atau inbox fanpage ALUMNI FAPET UNPAD di facebook, atau saluran lain yang tersedia. Terima kasih.)
read more....


Azan | Untaian Sajak Sjafril Darana


Engkau satu-satunya penyeru
suara panggilan ilahi
dari dulu hingga kini
selain indah juga penuh arti

Lima kali sehari terdengar sahdu
sudah 500.000 hari lebih
daya alunanmu tak henti
sahut menyahut silih berganti

Insan manapun nan kau tuju
semua berpangkal ke isi hati
dimasa lalu sampai nanti
salat, ibadah wajib ditepati


Bandung
30112003
06.39

Pulangkandang.com mengucapkan beribu terima kasih atas kiriman sajak dari Bapak Prof. Dr. Ir. Sjafril Darana SU. Semoga kesehatan dan keberkahan selalu bersama Bapak sekeluarga.

Akang/Euceu punya sajak/puisi untuk dimuat di pulangkandang.com? Jangan sungkan dan ragu, silakan kirimkan via email ke pulangkandang@gmail.com. Terima kasih.
read more....


Upadate Penerimaan Biodata Alumni (April 2015)

Bangga dan terharu. Itulah perasaan kami ketika menerima nama-nama yang terus masuk ke dalam database online daftar alumni Fapet Unpad yang kami susun. Hingga kini sudah hampir seribuan entry yang masuk, beberapa di antaranya merupakan data ganda, karena masalah teknis atau pembaruan data karena pindah alamat atau kerja.

Tentu keberadaan ribuan alumni Fapet Unpad di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri, di berbagai bidang kerja dan karya, serta prestasi, gelar dan apapun capaian yang diraihnya, merupakan pemandangan yang membanggakan. Data yang kami simpan, insya Allah, disimpan rapi dan terjaga, serta tidak untuk dibuka tanpa sepengetahuan penyetornya, apalagi untuk keperluan komersil.

Terkadang ada satu dua alumni menghubungi kami, menanyakan teman seangkatan atau sahabatnya yang ‘hilang’. Jika data yang dibutuhkan, semisal ‘sekedar’ nomor telepon, akan kami bagikan, setelah kami konfirmasi kepada yang memilikinya, jika memungkinkan. Menyambungkan kembali silaturahmi, sebuah keindahan lainnya.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mengisi database kami di http://bit.ly/pelung tidaklah dipungut biaya apa pun. Bukan registrasi organisasi, dan bukan pula bentuk keterikatan. Semata menyimpan sedikit catatan, mana tahu suatu saat ada teman mencari kita.

Semoga para alumni Fapet Unpad semakin berjaya dalam berkarya. Mengisi hari-hari bagi diri, keluarga, lebih besarnya menorehkan sumbangsih bagi bangsa negara, dalam apa pun bidang yang kita geluti setiap harinya.

Salam hormat. Fapet Fapet Fapet!


admin pulangkandang.com

Lampiran:

UPDATE NAMA-NAMA ALUMNI YANG MASUK HINGGA APRIL 2015

NAMAANGKATANALAMAT
Dr.Ir. Tatang Sopandi., MP1983Sidoarjo
Dr.Ir. Agus Supandi Soegoto, SE. MSi1986Manado Sulut
Ir. Asep Ade Herawan1988Jakarta Timur
Ita Endah Tjahjani, S Pt. M Si1989Bekasi
Ronald Siahaan SPt,MP.1989Jakarta Selatan
Rudi Harjo1993Sumedang
Adang Kusnendar, Amd1995Majalaya, Bandung
Mariance Luisa Tadoe, S.Pt1995Sumba Timur Propinsi NTT
Aan Kusnindar, S.Pt,1995Cianjur
Dikdik Andiansyah, S.Pt1997Serang Banten
Raden Yusuf Hilman Nugraha, S.Pt.1998Bandung
Edi Surbakti, SPt1998Bengkayang Kalimantan Barat
Okky Nur Hidayat, SPt1999Arcamanik, Kota Bandung
Mohamad Angga Sugita, S.Pt.,2000Bandung
Rossy Homsiah2001Cianjur
Lutfhian Rahdiansyah, S.Pt2001Bandung
Asep Moh Marwan, A.Md2001Pulau Morotai Prov Maluku Utara
Pritha Kartika Sukmasari, SPt2001Pasuruan
Aris Muchendar2001Pandeglang
Jaka Sarjana, S.Pt.2001Klaten, Jawa Tengah
Vita Yanitasari S.Pt2002Bekasi
Mohammad Ikhsan Shiddieqy, S.Pt2002Bogor
Mohamad Irfan Nugraha S.Pt2002Garut
Bobby Muhammad Arief, S.Pt.2003Jakarta
Rifki Sepniar, S.Pt2003Ciamis Jawa Barat
Aris Pringgo Utomo, S.Pt2003Purwakarta.
Muhammad Supriyanto, S.Pt2003Palu Selatan, Sulawesi Tengah
Abdul Kharis Pranowo S.Pt.2003Tangerang Selatan
Vina Martinasari S.Pt2003Sukabumi
Irvan Apriyadi, S.Pt.2004Cililin Kab Bandung Barat
Ahmad Ghamal Awalin.,S.Pt2005Kotabumi - Lampung Utara
Suandi Simanjorang, S.Pt2005Kota Sibolga
Muhamad Solehudin, S.Pt.2005Bogor
Aliftia Rizki Annisa S.Pt., M.Si2006Depok
Lastiar Togatorop. S.Pt2006Bekasi
Hilmi Panca Fitrayady, S.Pt.2007Bandung
Muhammad Fauzie Kurnia S.Pt2008Sumedang
Niken Widyasari S.Pt2009Cimahi Selatan
Andi Tohari, S.Pt2009Bandung
Fajar Hudaya Utama, S.Pt2010Lembang, Bandung
Muhammad Yunizar Hadiansyah2013Cirebon

read more....



[pulangkandang.com]-> [close]