06 December 2007

Dua Tahun Lagi Stop Impor Daging?

Sebagian dari kita mengalami masa-masa kuliah dengan penuh semangat dan optimisme, tapi juga sebagian dari alumni mengalami pesimisme disaat harus terjun ke dunia peternakan. Terutama kalau yang dimaksud 'terjun' adalah secara mandiri. Bukan masalah semangat atau kemampuan ilmu keterampilan, tetapi masalah daya dukung lainnya.
Contoh klasik adalah masalah kemampuan dana. Saat memulai sebuah farm mandiri, maka kapital yang dibutuhkan adalah relatif besar (dan ironisnya dukungan fasilitas kredit juga tidak semudah yang diharapkan).
Karena itu kita tidak heran kalau sampai membaca posting di milis alumni fapet unpad, bahwa pemetaan masalah peternakan di Indonesia yang dibuat puluhan tahun lampau oleh gurubesar panutan kita, ternyata masih up to date sampai hari ini! Mungkin diantara sebabnya adalah hal seperti di atas tadi.
Tapi mau jadi apa kalau kita hidup pesimis? Ada berita menarik yang pantas kita simak. Silakan baca di sini. Semoga harapan untuk Indonesia stop impor daging tersebut menjadi kenyataan. Dan sebaliknya kita menjadi pengekspor daging berkualitas yang bisa diperhitungkan. Bayangkan kekayaan potensi negara kita, tentulah harus bisa. Kita yang harus ikut mendukung memperjuangkannya.
Regulasi yang canggih, daya dukung sumberdaya dan sumberdana, kemauan politik peternakan yang progresif... banyak hal yang harus diformulasikan nampaknya. Kita yakin para pakar, professor, doktor dan praktisi peternakan kita bisa menyatukan visi misi untuk tujuan bersama. Juga jangan lupa untuk tetap memasukkan nasionalisme di dalamnya. Jangan sampai kita tidak menjadi juragan di negeri sendiri :)



Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]