Menkes Ngotot Tutupi Susu 'Bermasalah'

JAKARTA, BPOST - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ngotot tidak akan membeberkan susu formula yang dituding mengadung bakteri entrobacter sakazaki kepada publik. Pasalnya, data-data yang dihimpun peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menggunakan sampel susu pada tahun 2003, yang kemungkinan besar tidak lagi beredar di pasaran Indonesia.
"Jangan dong nanti kalau sekarang diumumkan dan ternyata hasilnya tidak ada, nanti nggak fair. Kasihan perusahaannya dong. Dan kasihan rakyatnya juga jadi tidak makan susu semua," kata Menkes Siti Fadillah Supari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/3).
Sebelumnya, menurut penelitian dosen IPB Sri Estuningsih 22,73 persen susu formula dari 22 sampel, dan 40 persen makanan bayi dari 15 sampel mengandung bakteri entrobacter sakazaki. Bakteri ini bisa menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, selaput otak, saraf tulang belakang, limpa dan usus bayi.
Lebih lanjut Menkes memastikan, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mengkaji hasil penelitian tentang kebenaran penelitian dosen IPB tersebut.
"Data itu data tahun 2003.Jadi kalau dilacak lagi sudah nggak ada. Saya sudah menginstruksikan kepada badan POM untuk mengecek beberapa macam susu kemasan yang ada di Indonesia," ujarnya.
Menyangkut desakan Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menggugat pemerintah bila tak kunjung menguak sejumlah susu formula dan makanan yang mengandung bakteri sakazaki, dengan santai Menkes menjawab sekenanya. "Yah, nggak tahu saya. Saya nggak melanggar hal itu," paparnya.
(Berita ini dikutip dari Banjarmasin Post Online. Yang menjadi pusat perhatian kita pada kesempatan kali ini, sebagai alumni fakultas peternakan UNPAD, adalah bukan pada kemungkinan Menkes menjadi penyelamat perniagaan susu sapi dari ancaman pemogokan konsumsi susu formula oleh masyarakat. Atau juga bukan pada rasa simpati kita pada insan akademis yang hasil risetnya dilecehkan... bayangkan kalau hasil penelitian kita diberi penilaian seperti itu... Tentu juga bukan empati kita pada para bayi yang ternyata dicekoki bakteri pada minuman wajibnya setiap hari. Tetapi fokus perhatian kita adalah pada insan pers yang memberi judul berita yang sangat seronok, kreatif, provokatif dan menyegarkan suasana seperti diatas.. Lah ada ada saja!)

Post a Comment

No comments