16 January 2009

Heboh Pro Kontra Swasembada Daging

Dibandingkan dengan para pakar, pemerhati dan praktisi dunia peternakan yang sudah mumpuni, diantaranya yang bergabung dalam milis alumni Fapet UNPAD, maka admin blog pulangkandang bukanlah siapa-siapa. Jadi bagaikan bumi dan langit kalau harus adu pangaweruh.

Tetapi tema Swasembada daging menjadi pusaran menarik perbincangan akhir-akhir ini. Kita melihat ada dua mindstream utama dalam perbincangan, pola pikir praktisi dan pola pikir pemegang kebijakan. Pemegang kebijakan nampaknya keukeuh ingin mencapai 'obsesi' (demikian kata anggota milis) swasembada daging, sementara para praktisi merasa terancam dengan masuknya daging dari luar negeri. Dibalik kekuatiran tentang penyakit dan lain-lain, faktor drop down-nya harga tidak bisa dipungkiri akan menjadi keprihatinan utama para pelaku dunia peternakan.

Masalahnya, pemegang kebijakan dipaksa untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, yaitu warga negeri ini yang masih kekurangan daging konsumsi. Dalam pemikiran ekonomi sederhana, maka solusinya adalah mencarikan sumber daging tersebut, meskipun tanpa mengabaikan samasekali potensi konflik akibat pengambilan keputusan. Misalnya karena masuknya daging impor dikuatirkan akan mengancam peternak lokal.

Sekali lagi sudah banyak pakar berbicara, kang Admin hanya bisa humandeuar saja. Hendak empati dengan kebijakan populis pemerintah, dalam rangka menyediakan daging -bagaimanapun caranya- untuk menaikkan pamor penyelenggara negara, khususnya pengurus sektor peternakan, ataukah mengikuti alur berpikir para praktisi dan pelaku peternakan dalam negeri. Kedua pihak memiliki hujjah yang sama-sama kuat dari persepsi dan argumentasi masing-masing.

Yang terbaik mungkin berbagai stakeholders mau melihat pada kepentingan bersama yang baik dan mulia (pastinya) dan duduk bersama membicarakan hal ini. Pastinya pejabat Deptan pun bukan orang-orang bodoh, meskipun tidak sempurna, sementara para pelaku dan pemerhati dunia peternakan pun bukan tanpa kesalahan. Saling membuka diri dan mau dikoreksi mungkin lebih baik untuk masa depan peternakan kita.

Memperbaiki kondisi yang sudah kadung ruwet dan njelimet ini, memang tidak dapat dilakukan dalam waktu sekejap, dan memerlukan perjuangan dan pengorbanan dari semua pihak. Pun tanpa konsistensi dan controlling, biasanya kebijakan negeri kita hanya 'anget-anget tai sapi'...


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]