20 June 2009

Karena Susu, Brussel Lumpuh Total

Admin mengutipkan berita dari detik.com untuk rekan-rekan alumni fakultas peternakan UNPAD khususnya, dan seluruh pemerhati dunia peternakan umumnya. Sebuah berita yang semoga me-refresh ingatan kita akan dahsyatnya potensi dunia peternakan. Berita ini semoga menyadarkan pula bahwa ada yang salah dengan kondisi dunia peternakan kita saat ini. Mencapai kemajuan di subsektor ini nampaknya masih utopia untuk sekarang ini. Benarkah?

Brussel - Ribuan peternak sapi perah dari Belgia, Belanda, Jerman, dan Perancis memblokade kota dengan ribuan traktor. Jantung ibukota Uni Eropa (UE) dan Belgia sepanjang Kamis hingga Jumat (19/6/2009) lumpuh total.

Detikcom yang hendak makan siang di resto seafood Chez Leon, Grand Place, terpaksa harus muter-muter melalui jalan tikus, sehingga perjalanan yang biasanya cuma 10 menit menjadi lebih dari 1 jam.

Aksi turun ke jalan itu untuk meminta perhatian UE agar harga susu sapi dinaikkan menjadi EUR 0,40 per liter di tingkat peternak. Harga saat ini yang cuma EUR 0,20 per liter dinilai sangat tidak fair.

"Kami telah melakukan aksi sejak berbulan-bulan, namun tak pernah didengarkan dan tak pernah mendapat perhatian dari pers. Jika tuntutan kami tetap tidak dikabulkan, maka sebagian besar dari kami akan berhenti sebagai perternak sapi perah," kata Frans-Josef Kemnade dari Jerman.

Sekadar tahu, di Belanda harga susu segar di top supermarket Albert Heijn cuma EUR 0,46 cent kemasan 0,5 liter, jauh lebih murah dari air minum merk Spa yang harganya EUR 0,69 per 0,5 liter. Artinya minum susu jauh lebih murah daripada minum air kemasan.

Keterangan polisi federal yang dipantau detikcom dari media setempat menyebutkan bahwa sekitar 2000 peternak dari keempat negara itu mau merangsek ke gedung Dewan Uni Eropa, di mana mereka dari 27 negara anggota bersidang. Di sekitar gedung ini juga terdapat gedung lembaga-lembaga UE lainnya.

Namun mereka gagal membawa ribuan traktor mendekati sasaran, sebab sejumlah besar polisi sudah dikerahkan untuk menghambat demonstrasi besar-besaran itu, antara lain dengan memasang barikade kawat berduri.

Ribuan peternak itu akhirnya melanjutkan perjalanan menuju sasaran dengan berjalan kaki. Sebagian melampiaskan kemarahan dengan membakar jerami. Sementara ribuan pengguna jalan lainnya menderita dalam perjalanan.
(es/es)


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


3 comments:

  1. peternak di eropa membawa traktor, kalau peternak di Indonesia demonya membawa apa ya?

    ReplyDelete
  2. kalau di sini mungkin peternaknya demo sambil membawa bedog...

    ReplyDelete
  3. ah, tidak Kang... tidak sejelek itu lah, jangan apriori duluan!
    tapi kalau pun ada yang seperti itu, mungkin saking sudah menderitanya...

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]