02 September 2010

Benarkah Alumni Fapet UNPAD Sekarang Terlalu Manja?

Berlainan dengan semangat yang hadir dalam postingan sebelum ini, yang menceritakan langkah berwirausaha seorang alumni muda Fapet UNPAD, tiba-tiba sebuah pengaduan muncul di wall admin pulangkandang. Pesan itu menyatakan kecemburuan karena melihat di kalangan alumni fapet universitas lain konon sudah terjalin link dunia kerja yang cukup baik. Sementara di kalangan alumni Fapet UNPAD hal ini tidak dirasakannya. Setuju atau tidak setuju, keluhan ini sudah muncul dan patut diapresiasi sebagai perwujudan hak bersuara dan menyampaikan pendapat. Bagaimana tanggapan yang muncul?

Beberapa komentar segera menyambar, manakala pengaduan tersebut ditayang-ulang di page ALUMNI FAPET UNPAD pada laman facebook. Selain beberapa komentar positif, ada juga alumni lain yang mengkritik para alumni muda sebagai 'kurang inisiatif, malas dan inginnya kerja yang enak-enakan' (in english: "areuweuh kadaek atuh da ti juniorna oge... hayangna gawe ngeunah diuk udud dahar..." Tanggapan yang agak pedih, tetapi pasti ada alasan juga mengapa sampai muncul pandangan seperti itu.

Benarkah ada penurunan tingkat militansi alumni Fapet UNPAD di dunia kerja saat ini? Wallahu a'lam, belum ada penelitian shahih tentang hal ini. Tetapi yang dapat dipastikan adalah para alumni merupakan produk dinamika budaya remaja yang berbeda sesuai jamannya masing-masing. Lulusan tahun 1965 tentunya berbeda karekteristik dengan lulusan tahun 2000.

Sebuah artikel di detikfinance mungkin dapat sedikit mencuri perhatian kita. Joseph Kristofel, Associate Research Manager dari MarkPlus Insight mencermati fenomena munculnya duet "Keong Racun", Sinta dan Jojo sebagai perwujudan trend terkini mindset anak muda jaman kiwari. Kebanyakan anak muda ingin jadi artis, ingin terkenal dan eksis! Ia menulis dalam artikelnya sebagai berikut:
"Bisa tampil dan terkenal adalah impian mayoritas anak muda. Dengan berbagai cara mereka akan berusaha untuk mencapainya. Semangat yang tinggi, kreatifitas dan sedikit narsis, seringkali malah menjadi kunci mereka untuk eksis.

Usia muda adalah momen di mana jiwa masih bergejolak dan meletup-letup. Ingin jadi ini, ingin jadi itu, berusaha seperti a, ingin seperti b, ingin jadi artis, adalah hal yang biasa. Semua keinginan ini sebenarnya didorong oleh satu hal, yaitu ingin bisa tampil dan terkenal. Syukur-syukur malah bisa seperti idolanya.

Dari hasil riset yang kami lakukan, keinginan ini begitu menggebu-gebu pada usia sekolah hingga dibangku kuliah. Kemudian berangsur-angsur turun saat mereka menjadi lebih dewasa dan lebih realistis."

Jika para alumni sekarang merupakan bagian dari budaya yang digambarkan oleh Joseph tersebut (artikelnya didasarkan pada hasil riset MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers), maka mungkin agak terasa jomplang alias kurang 'matching' jika tiba-tiba mereka pada suatu saat harapan itu dihadapkan dengan opsi menjadi peternak dan berkubang kotoran di kandang. Agak 'teu nyambung euy' antara ekspektasi 'hidup terkenal, kaya cepat dan mudah' dalam mindset mereka dengan realitas yang ditawarkan. Padahal mindset akan melandasi tindakan.

Nampaknya tetap diperlukan semacam cuci otak untuk membersihkan mindset 'manja dan kerja mudah' untuk kemudian menggantinya dengan jiwa militansi berjuang di lapangan kerja yang penuh persaingan dan tantangan. Dengan cara apakah membekali alumni Fapet UNPAD agar menjadi 'pejuang sejati'? Panjang lagi ceritanya, tapi semoga para pembaca budiman mau memberikan tanggapan dan pemikiran. Sebab pertanyaan itu mungkin perlu beribu jawaban.

Tulisan ini bukan ditujukan untuk membuat judgment, karena pada kenyataannya para alumni Fapet UNPAD sebenarnya tetap eksis di berbagai lapangan pekerjaan. Kita hanyalah sedang merenungkan sebuah pengaduan dan sebuah komentar pedas yang bersahutan.


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


1 comment:

  1. puji nugraha02 September, 2010

    Sy Setuju dg kalimat ini.. "alumni Fapet UNPAD sebenarnya tetap eksis di berbagai lapangan pekerjaan."
    So..,tinggal kita mau atau tidaknya menjalani itu.. Syukur2 kalo pekerjaan itu nyambung sm ilmu kita.. Sukses buat semua alumni Fapet UNPAD..

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]