Kenapa Atuh Alumni Fapet UNPAD Teh Pada Nggak Mau Mencari Kerja Keluar Jawa?

"Priangan itu, apalagi Bandung, merupakan wilayah yang indah dan membuat orang sangat betah untuk tinggal. Ada istilah dalam budaya urang Sunda: 'Bengkung Ngariung, Bongkok Ngaronyok. Dahar teu dahar, kumpul.'

Karuhun urang Sunda juga bukan tipe pengelana seperti orang Minang atau Bugis. Meuntas laut teh sesuatu yang mencengangkan. Orang tua dulu kalau menghardik mengusir sesuatu yang tidak disukai atau ditakuti menggunakan istilah : 'Jig nyingkah ka sabrang ka Palembang.....' (suka diimbuhi guyon : 'Balikna mawa kurupuk!!!' :). Sepuh2 urang Sunda oge gede kamelang. 'Mun Ujang jauh, kumaha mun Ema atawa Abah gering?'

Mungkin hal itu secara tak sadar masih melekat pada kebanyakan urang Sunda (termasuk mungkin sebagian alumni Fapet Unpad), sehingga sebagian dari mereka tidak mau merespon peluang prospektif di luar Jawa. Padahal kondisi sekarang sudah jauh berubah. Lama penerbangan Jayapura - Jakarta hanya sekitar 6 jam, komo Pontianak Jakarta mah cuma sejaman. Kondisi Ema jeung Abah oge tiasa dipantau lewat komunikasi nirkabel yang terbuka 7 x 24 jam.

Saya fikir perlu pengulangan bahasan geografi Indonesia bagi mahasiswa Fapet Unpad. Hal itu dapat dijadikan salah satu konten pada matakuliah Pengantar Ilmu Peternakan sekalian membahas karakteristik dan potensi peternakan di masing-masing wilayah (propinsi/kabupaten/kota) Indonesia.

Hatur punten upami lepat. Baktos ka sadayana." (Kundrat Hidajat)

Post a Comment

5 comments:

  1. hahaha iya bener

    ReplyDelete
  2. Yudha Jatnika25 September, 2010

    nah yang merasa urang sunda...cobalah untuk berkembang dimanapun anda berada...papatah ti kolot kadang kudu rada dilelempeng saeutik ameh merenah...

    ReplyDelete
  3. saya kira tidak sepenuhnya benar artikel itu, sok ditataan hiji-hiji ternyata banyak juga alumni kita di beberapa propinsi misalnya; si Aceh (ada Ari mantan ketua CBC cs), di Medan (ada yan sophyan) di padang (ada ade julardi, jallinir dkk) di Batam (ada mantan ketua senat), di pakan baru (didispet ada alumni kita) d8i lampung banyak buanget), dikaltim (kadisnak Ibrahim), kalbar dan kalsel (juga ada) di sulawesi utara, sulsel (dirut PT BULI dkk) di Bali (ada rizal cs) dan yang tidak tercatat ternyata banyak juga.... contoh waktu ke padang ternyata tidak hanya ada Kang ade ada sekitar 5-6 alumni yang sdh jadi pejabat di sana...... tapi saya percaya.... banyak alumni kita tersebar bahkan sampai di Jerman dan USA....kitu kang Kundrat...hehehe

    ReplyDelete
  4. Klo ada pernyataan tidak sepenuhnya benar....berarti juga tidak sepenuhnya salah. Apa perlu ada research tersendiri nih utk admin.....semoga tdk terjebak dg mslh ini, yg penting mjd evaluasi bersama...apalagi byknya yunior2 yg kesulitan utk mengmbangkan karir saat sekarang bisa juga jd bahan pertimbangan...

    ReplyDelete
  5. tanggapan admin:
    1. hatur nuhun, terima kasih sekali tanggapan akang/euceu sekalian atas topik ini.
    2. admin tidak dalam posisi pro atau kontra, tetapi hanya mengangkat opini dari member komunitas kita di page ALUMNI FAPET UNPAD (di facebook). semua member memiliki hak mengungkap pendapat yang sama di page tersebut. sumbangan pemikiran yang dirasa patut utk di-share ulang, akan kami tampilkan di laman web ini untuk mendapat tanggapan.
    3. bahwa adik-adik alumni tidak memberi respon utk pergi kerja di luar jawa, hal tersebut juga diungkapkan dalam komentar oleh sebagian alumni di facebook. tetapi bahwa banyak alumni kita sdh menjadi pejabat dan sukses di luar jawa bahkan luar negeri pun itu adalah suatu kenyataan.
    4. mungkin yang dimaksud oleh kang kundrat adalah in case ada alumni koq tdk tertarik pergi keluar jawa, alasannya seperti dalam opini beliau. kita bisa setuju dan juga tidak setuju.
    5. bagaimanapun yang terpenting dari semuanya adalah menambah luas cakarawala berfikir para alumni, khususnya alumni muda, bahwa peluang kerja sebenarnya terbentang luas untuk kita. bergantung pada diri kita juga untuk menyikapinya.
    wallahu a'lam.

    ReplyDelete