10 October 2010

"Srikandi" Kambing Juara Kontes Ditawar Rp 200 Juta!

Srikandi kali ini bukan tokoh pewayangan, tetapi seekor kambing Peranakan Etawa (PE) asal Banjarnegara. Nama ini mencuat setelah berhasil menjuarai berbagai lomba, diantaranya juara umum kontes yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM pekan lalu. Dalam kontes ini Srikandi menyisihkan ratusan peserta lainnya yang datang dari luar daerah.

Tidak hanya menang di kelasnya, namun juga menyabet juara dari berbagai kategori yang diperlombakan. Nama Srikandi dalam dunia pewayangan sebagai perempuan perkasa yang memiliki paras cantik. Tapi Srikandi yang ini merupakan kambing Peranakan Etawa (PE) betina yang baru berumur 2,5 tahun. Sekilas seperti kambing Etawa pada umumnya.

Siswanto (57) mengaku Srikandi yag dibelinya Rp. 13 juta dua tahun lalu, kini ditawar seharga Rp. 200 juta...

Berbulu lebat, bertanduk dan memiliki telinga panjang menjuntai. Namun dengan bentuk 'nonong' di kepala yang sangat proporsional terhadap leher dan rahang bawah lebih maju dari rahang atas, menjadikan Srikandi lebih menarik. Bulu 'rewos' belakangnya yang panjang dan rapi semakin membuat kambing milik Siswanto ini terlihat cantik, luwes dan indah.

Siswanto (57) mengaku Srikandi yag dibelinya Rp. 13 juta dua tahun lalu, kini ditawar seharga Rp. 200 juta. Namun masih dipertahankan, apalagi setelah menjadi juara umum dalam kontes kambing di FKH UGM ini, membuat harga Srikandi menjadi lebih mahal lagi. Dalam kontes kambing PE di FKH UGM ini Siswanto sengaja membawa kambing kesayangannya dengan mobil APV miliknya, bukan mobil bak terbuka.

"Saya membeli mobil ini juga dengan menjual tiga kambing PE keturunan dari Srikandi..."

"Saya membeli mobil ini juga dengan menjual tiga kambing PE keturunan dari Srikandi. Termasuk unuk membiayai sekolah anak-anak dari hasil memelihara kambing Etawa ini," kata pria dari Desa Pejawaran, Banjarnegara, Jawa Tengah ini seraya menyebutkan sudah 10 tahun memelihara kambing PE sehingga saat ini memiliki 13 kambing PE.

Sebelumnya, Srikandi meraih juara se-Kabupaten Banjarnegara, menang dalam kontes di Ambarketawang, Sleman dan juara tingkat nasional dalam kontes di Kabupaten Jepara. Mahalnya harga kambing PE senilai dengan harga satu buah mobil baru diakui Siswanto dikarenakan banyak dijadikan sebagai 'klangenan' (kesukaan) dan hiasan rumah oleh pemiliknya.

Selain itu susu kambing etawa dipercaya memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Siswanto merupakan salah satu peternak yang mengikuti kontes kambing PE dalam rangka kegiatan Veterinary Expo memperingati 8 windu FKH UGM. Dalam kontes ini peserta berdatangan dari berbagai daerah seperti Purworejo, Klaten dan beberapa kabupaten di DIY.

Menurut Suprayogi, Ketua Himpunan Peternak Kambing PE Sleman yang didaulat sebagai koordinator penyelenggara mengatakan animo peserta kontes kambing PE kali ini cukup tinggi. Terbukti peserta datang dari berbagai daerah. Namun begitu, proses penilaian dilakukan sangat ketat. Terdiri dari 5 juri dan 2 tukang ukur. "Paling banyak justru panitia yang membantu memegang kambing saat diukur," katanya. (Asp)-c

sumber: Rubrik Ragam Harian "Kedaulatan Rakyat", Minggu Legi 10 Oktober 2010 halaman 19, atau dapat juga dibaca di Rilis UGM ini.


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]