09 January 2011

Ho-ho-ho: 4 Jam Yang Sangat Bermakna di Kampus pada Hari Ini

Bandung, 8 Januari 2011. Hari ini, denyut jantungku berdegub keras, bahkan menjadi sedikit lebih kencang lagi ketika akan memulai perjalanan ke kampus. Terlalu bersemangatkah saya atau justru karena ada sedikit kegelisahan? Entahlah... Acara Pulang Kandang Fapet Unpad 2011, setidaknya mengingatkan titik-titik perlintasan perjalanan lumayan panjang di masa lalu.

Wanted
Someone I trusted
Who gave no warning
That we’d ever part.


Sebuah kekeliruan yang tidak pernah saya sadari ternyata berakibat dan berdampak sangat panjang. Mungkin semua orang pernah melakukan kekeliruan. Namun tidak berarti bahwa hal itu adalah sesuatu yang wajar. Kesalahan tetaplah kesalahan, dan itu harus diperbaiki. Selalu ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki. Dan, kami sebenarnya ingin menyelesaikannya pada hari ini. Namun ternyata Tuhan belum mengijinkan.


Acara "Pulang kandang" pada hari ini di Kampus Fapet Unpad sangat ramai. Banyak sahabat-sahabat mantan mahasiswa yang sudah sangat lama tidak bertemu, pada hari ini bisa berjumpa kembali. Dosen-dosen senior yang sudah pensiun pun hari ini berdatangan dan silih berganti berbagi cerita. Mungkin Winston Churchil benar ketika mengatakan: “Now this is not the end. It is not even the beginning of the end. But it is, perhaps, the end of the beginning.

Mereka datang dari berbagai kota pasti tidak untuk mendengarkan suara setengah false para penyanyi yang melantunkan lagu-lagu The Beatles, Koes Plus, dan lain-lain. Mereka juga tak hanya sekedar menikmati makanan-makanan khas anak peternakan: pisang rebus, kacang rebus, youghurt, sekoteng, susu, batagor, somay, atau serabi. dan atau untuk menyaksikan atau ikut balapan menggiring itik dan domba. Namun pasti lebih dari itu.

Mereka datang untuk menjalin kembali talisilaturahim yang sempat terputus oleh waktu dan kesibukan. Sangat menyenangkan sekali bisa bertemu dengan teman2 dan sahabat2 lama walaupun hanya dalam kurun waktu beberapa jam, bahkan sebagian besar hanya dalam hitungan menit. Bagaimanapun mereka ini pernah berinteraksi langsung maupun tidak langsung. "Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony," kata Mahatma Gandhi.

Hari ini saya tak ingin tidur terlalu cepat. Walaupun banyak orang sepakat dengan Eileen Elias Freeman: "Pay attention to your dreams - God's angels often speak directly to our hearts when we are a sleep."

Berpikir dan merenung untuk instropeksi dan retrospeksi diri pasti baik untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. To become what we are capable of becoming is the only end in life. Saya sepakat dengan apa kata Maya Angelou: I've learned that you shouldn't go through life with a catchers mitt on both hands. You need to be able to throw something back.

Well,

Saya pastinya sedang tidak bermimpi seperti dalam cerita The Lion; the Mouse by Jerry Pinkney, yang memenangkan Randolph Caldecott Medal 2010. Buku yang mengadopsi fabel Aesop’s itu, lebih cocok untuk cerita anak2. Namun bukankah hidup pun kadang berputar arah? Orang dewasapun bisa bersikap kekanak-kanakan dan mengambil hikmah dari masa lalu. Mungkin sesekali ada baiknya untuk berhenti sebentar dalam mengejar apapun yang kita kehendaki dan menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan. Pasrah?

Demikian banyak ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satupun yang bisa menghitung meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir untuk apa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan demikian banyak ni’mat kepada para hamba-Nya? Untuk sekedar menghabiskan ni’mat-ni’mat tersebut atau ada tujuan lain?.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan ni’mat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah". "Dan jika kalian menghitung ni’mat Allah niscaya kalian tidak akan sanggup." Dan Firman Allah lainnya: "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS. Al-Najm [53]: 39).

Jadi, tak perlu ada kesedihan yang mendalam jika kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Hidup harus jalan terus dan berlangsung normal. Pepatah Irlandia mengatakan: "May brooks and trees and singing hills join in the chorus too, and every gentle wind that blows send happiness to you."

Ho-ho-ho: 4 jam yang sangat bermakna di kampus pada hari ini. The best kind of friend is the one you could sit on a porch with, never saying a word, and walk away feeling like that was the best conversation you've had. Benarkah?

"Your heart beats faster. When the stars start to shine. Remember you're mine." (Pat Boone).

Pak Dwi (penulis) and Big Horn 84


1. Note source: Dwi Cipto Budinuryanto
2. Special thanks to: Ceu Dwi Arti & Ceu Farida T Sihite for amazing photos.
3. To Akang/Euceu: sudilah berbaik hati tinggalkan komen dibawah ini ya... Hatur nuhun...



Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


6 comments:

  1. thx K Yus, good Job.

    ReplyDelete
  2. Remember you're mine.

    ReplyDelete
  3. Arifin Asydhad (92-017)10 January, 2011

    Thx Kang Yus untuk updatenya.. jadi bisa ikut mengikuti....

    Special thanks to Pak Dwi... so long no see....Tulisan yang sangat bagus dan enak dibaca...

    ReplyDelete
  4. terima kasih untuk semua komen ya...

    ReplyDelete
  5. K Yus, itu foto2 yg di sebelah-sebelahnya Pak dwi sapa saja?

    Selamat utk Bighorn '84. paling banyak?.

    ReplyDelete
  6. @Ceu Fika: mdh2n yg punya foto (Ceu Dwi) datang deh ke laman ini ya, atau Pak Dwi-nya siapa tau masih inget :)
    Tp coba nanti kita tanyain jg deh ya...
    Makasih

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]