Yang Tak Boleh Terulang di Acara Pulang Kandang IKA FAPET UNPAD

Rupanya pengurus IKA FAPET UNPAD serta Panitia Pelaksana acara 'Pulang Kandang dan Mubes IKA FAPET UNPAD' sangat serius dan tidak main-main dalam menyiapkan acara tersebut. Hal ini tercermin dalam respon terhadap sebuah kritik pedas yang dilontarkan secara terbuka di laman pengumuman pada situs resmi Fakultas Peternakan UNPAD. Seseorang yang -sayangnya- tidak menyebut nama terang dan hanya memakai nama 'Akang', mengkritik pelaksanaan acara sebelumnya (terlihat pada foto diatas).

'Akang' rupanya merasa ada diskriminasi terhadap alumni yang datang, karena dirinya tidak mendapat cendera mata dan diberitahu panitia bahwa cendera mata sudah habis, padahal masih ada 3 dus yang tersedia. Ternyata cendera mata memang kemudian 'masih ada' untuk almuni lain yang datang belakangan, yang dianggap berada dalam kategori 'sudah berhasil'.

Pertanyaan dan kritik tersebut dijawab langsung oleh Ketua IKA FAPET UNPAD, Dr. Ir. Iwan Setiawan, sebagaimana terlihat dibawah ini:


Keseriusan panitia perlu mendapat apresiasi semua alumni Fakultas Peternakan UNPAD, dan semoga perhelatan mendatang akan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi kepentingan alumni semua.

Kritik di jaman keterbukaan seperti sekarang memang sudah menjadi keniscayaan, dengan berbagai motivasi dan tujuan, tetapi kita berharap ada dorongan positif bagi kemajuan IKA FAPET UNPAD di masa yang akan datang.

Seorang alumni yang tidak mau disebutkan namanya mengeluhkan kepada Pulangkandang.com, bahwa reuni di kampus tercinta masih sebatas memamerkan kesuksesan, bukan untuk membangun sinergi apalagi dukungan terhadap alumni yang masih membutuhkan bantuan. Hal ini membuatnya merasa malas pergi ke acara Pulang Kandang. Realita ini ada dan bukan rekayasa.

Kang Janwar (95) menulis komentar di facebook hari ini, "Sim kuring lulus taun 2001. Bade 10 taun. Mung dugi ka danget ieu asa teu acan ngaraos fungsi ti IKA FAPET UNPAD teh.. Kapayuna mah kedah diperjelas rupina perkawis peran sareng eksistensi IKA FAPET teh... Hapunten rada cologog..." Kang Janwar mungkin mewakili pertanyaan beberapa orang lain yang masih bingung dengan peran dan eksistensi IKA.

Revitalisasi fungsi dan peran IKA sepertinya sudah ditunggu banyak orang, dan kita meyakini itu sebagai tujuan dalam kebersamaan di acara Pulang Kandang 8 Januari 2011. Perhelatan ini bukanlah sekedar pelepas kangen dan memilih ketua yang baru saja. Semoga...

Post a Comment