04 March 2011

Sapi dan Kerbau Bakal Disensus Mulai 1 Juni

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mulai melakukan sensus kepada hewan ternak yakni sapi dan kerbau mulai 1 Juni 2011. Sensus dilakukan untuk membantu terlaksananya swasembada daging.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui dalam acara Mou dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/3/2011).

"Sekarang sedang dalam tahap persiapan. Mulai 1 Juni sensus sapi dan kerbau kita lakukan. Ini penting untuk menciptakan swasembada dan kita sudah siap akan hal itu," ujar Rusman.

Saat ini, BPS bersama dengan Kementerian Pertanian terus melakukan dialog dan sosialisasi kepada para peternak sapi dan kerbau, khususnya di Indonesia Timur, sehingga mereka siap untuk kegiatan sensus yang akan dilakukan ini.

"Karena petani di kawasan Timur ini tidak biasa membaca media, jadi perlu sosialiasi," ujar Rusman.

Menurut data Kementerian Pertanian, populasi ternak yang ada di Indonesia jumlah sapi potong mencapai 13,6 juta ekor, kerbau 2,01 juta ekor, kambing 16,84 juta ekor, domba 10,91 juta ekor, ayam buras 268,95 ribu, ayam ras petelur 103,841 ribu dan ayam ras daging 1,249 juta ekor.

Sensus ini penting karena dari historis yang ada Indonesia tercatat terakhir mengekspor daging sapi pada 1976, dan pertama kali impor di 1990 dengan jumlah 18.000 ekor sapi. Namun setelah 20 tahun berjalan jumlah impor sapi semakin bertambah hingga 600.000 ekor.

(dnl/qom)


(Whery Enggo Prayogi - detikFinance)
link: detikfinance.com




Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


1 comment:

  1. sae tah tapi kayanya metode pencacahan, pemetaan penyebaran dan konversi sebaran data manusia dan hewan/ternak kadang teu sami. Pernah kejadian di wilayah kami data yang dipublikasikan hasil sensus BPS populasi sapi perah menjadi spektakuler selisih hampir 100 persen. Padahal hanya ada puluhan ekor di wilayah tertentu saja.

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]