19 August 2011

Peluang Bisnis Kulit Ternak di Bulan Ramadhan

Selalu ada peluang bagi mereka yang kreatif serta cerdik dalam membuat dan memasarkan produk berbahan baku hasil peternakan. Para penjual beduk memanen berkah ramadhan dengan memanfaatkan kulit sapi dan kambing. Bisnis musiman ini bagaimanapun merupakan contoh nyata wujud jiwa kewirausahaan, seperti yang teorinya pernah diperoleh alumni fapet di bangku kuliah. Berikut ini liputan selengkapnya:


Penjual Beduk Warna-Warni Panen Pembeli

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejak bulan Ramadan, Jalan K.H. Mas Mansyur di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai ramai dengan pedagang beduk. Berbagai warna beduk dengan aneka ukuran dipajang di sepanjang jalan ini. Ada beduk yang menggunakan kulit sapi, ada pula yang dari kulit kambing.

Para penjual beduk ini rata-rata adalah pedagang musiman. Surya, 45 tahun, warga Jalan Lontar, Tanah Abang, misalnya. Pekerjaan utamanya adalah penambal ban dan tukang ojek. Namun, sejak awal Ramadan ia mulai menjual beduk yang dipajang di depan kios tambal bannya. Sudah lebih dari 10 tahun ia melakoni kegiatan ini. "Ya, karena ada permintaan beduk dan untungnya lumayan, saya ikutan jual beduk," ujar Surya, Jumat, 19 Agustus 2011.

Menurut Surya, dalam sehari dia bisa menjual rata-rata lima beduk. Beduk dari kulit kambing biasanya dihargai Rp 500 ribu per buah. Sedangkan beduk dari kulit sapi Rp 800 ribu. Namun, bila ada pesanan khusus seperti desain pada drum, harga bisa naik hingga Rp 200 ribu.

Seminggu menjelang Lebaran biasanya permintaan beduk terus meningkat. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata dia, sehari bisa terjual 10 beduk. Pembelinya pun tidak hanya dari masjid. "Kemarin saya dapat pesanan dari mal," ujarnya.

Penjual beduk lainnya, Muhammad Salim, juga menyebutkan menjelang Lebaran permintaan beduk biasa meningkat. Bahkan, ada pembeli yang membeli beduk borongan. "Kadang-kadang juga ada yang pesan dari luar Jakarta."

Para pedagang beduk ini tak sulit mendapatkan kulit kambing atau sapi karena tak jauh dari tempat mereka jualan terdapat pasar kambing, yakni di Jalan Sabeni. Di sana juga ada tempat pemotongan sapi. "Di sana kami biasa beli kulitnya," ujar Salim.

Selembar kulit kambing biasanya dijual seharga Rp 150 ribu. Sedangkan kulit sapi dibeli dari rumah potong di Cawang. Satu kulit sapi bisa dipakai untuk dua beduk. Sedang satu kulit kambing hanya untuk satu beduk. Drumnya biasanya dibeli secara borongan bersama pedagang beduk lainnya dari Surabaya atau kota lain di Pulau Jawa.

IRA GUSLINA
Source: http://tempointeraktif.com


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


1 comment:

  1. pencinta bedug19 August, 2011

    tah jiwa nu kieu nu kudu diturutan teh lah... tong epes meer elehan jeung loba ngarahuh wae...

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]