Budidaya Itik Duo: Pilihan Pakan Dapat Mempengaruhi Hasil Panen (2)

Produktivitas itik duo memang tinggi. Itik duo ratu atau itik petelur sudah bisa bertelur di usia 4,5 bulan atau 5 bulan. Tidak hanya itu, di masa puncak produksi itik ratu mampu bertelur sepanjang tahun. Hanya, itik ini butuh lokasi pemeliharaan khusus.

Sepertinya, memelihara itik duo lebih banyak untungnya daripada ruginya. Lihat saja tingkat produktivitas itik ratu atau itik petelur. Ketika menginjak usia lima bulan itik ratu ini sudah mulai bertelur atau dua minggu lebih cepat dari itik alabio lokal dan tiga minggu lebih cepat dibandingkan itik mojosari.

Setiap ekor itik duo mampu bertelur dalam satu tahun rata-rata sebanyak 261 butir, atau 71,5% dari seluruh hari dalam setahun. Bahkan di puncak reproduksi, itik duo mampu bertelur sepanjang hari dalam setahun atau mencapai 95%. Keunggulan lainnya, masa produktif itik duo bisa selama dua tahun.

Bentuk fisik itik ratu ini juga khas dengan warna bulu cokelat kehitaman dengan kombinasi warna putih di bagian dada dan perut. Sedangkan bulu di bagian kepala terdapat garis putih tepat di atas mata yang menyerupai alis.

Meski itik ratu ini memiliki keunggulan genetis, peternak tetap harus melakukan pemeliharaan itik duo baik jantan maupun betina dengan baik. Lokasi peternakan yang tepat sangat mendukung keberhasilan beternak itik duo.

Menurut Irwan, Ketua Kelompok Penetas dan Petelur Itik (KPPI) Serang, sebaiknya peternakan di lokasi yang tenang, jauh dari permukiman penduduk atau suara-suara bising namun tetap mudah diakses untuk memudahkan pemasaran. "Lokasi ini bisa menimimalisir tingkat stres bebek sehingga bisa berproduksi lebih banyak," kata Irwan.

Setelah memilih lokasi, kondisi kandang juga harus tersedia air untuk itik yang memadai karena unggas ini tergolong hewan yang suka air. "Yang tidak perlu disediakan adalah air untuk berenang itik karena bisa mempengaruhi jumlah produksi daging maupun telur," timpal Yayat Supriyatna, pemilik peternakan itik Ratu FM Serang.

Peternak setidaknya perlu dua macam kandang. Pertama, kandang untuk starter yang disiapkan untuk itik berumur satu hari atau day old duck (DOD) hingga berusia empat minggu. Kandang untuk DOD ini sebaiknya dilengkapi lampu untuk menghangatkan udara dalam kandang.

Kedua, adalah kandang finisher untuk itik potong maupun petelur yang telah berusia lebih empat minggu sampai siap panen. Untuk kandang ini, ventilasi sebaiknya terbuka tapi tetap diperhatikan agar hewan pemangsa tidak dapat masuk. Kandang sebaiknya dilengkapi dengan atap yang dapat melindungi itik dari sinar matahari dan hujan.

Selain kondisi kandang, pakan juga perlu diperhatikan. Pakan itik sebaiknya tidak berubah-ubah. Setiap itik duo butuh asupan 18% hingga 20% protein dan 2.900 kalori per hari.

Biaya pakan merupakan biaya terbesar dari ternak itik, yakni mencapai 70% dari seluruh biaya. Namun, memperoleh pakan yang baik, tidak harus pakan buatan pabrik. Pakan bisa dari hasil olahan sendiri dengan memanfaatkan limbah perikanan, pertanian ataupun limbah makanan manusia. Dengan cara ini ongkos produksi jelas bisa ditekan.

Irwan sendiri memanfaatkan limbah makanan manusia sebagai pakan ternaknya. "Gizi dari nasi bekas katering ini mampu untuk memenuhi gizi itik secara seimbang," tandas Irwan.

(Selesai)

sumber: Kontan Online

Post a Comment

No comments