14 April 2012

Mengapa Mahasiswa Baru Fapet Unpad Harus Memakai Kemeja Flanel Kotak-kotak?


Kemeja flanel kotak-kotak merupakan bagian terpisahkan dari sejarah kehidupan seorang alumni Fapet Unpad. Baju khas itu mengingatkan pada masa lalu, terutama ketika menjadi mahasiswa baru di kampus tercinta. Biasanya flanel kotak-kotak dijodohkan dengan celana jeans dan dan kadang dilengkapi dengan aksesori syal. Tapi pernahkah kita diberi penjelasan tentang sebab memakai flanel kotak-kotak?

Penjelasan paling sederhana yang bisa didapatkan adalah karena flanel kotak-kotak identik dengan para koboi. Budaya berpakaian para koboi itulah nampaknya yang menjadi inspirasi penugasan para mahasiswa baru Fapet Unpad untuk memakai flanel kotak-kotak.

Ternyata flanel kotak-kotak memiliki sejarah yang lebih panjang dan mengesankan. Bahan flanel (felt) sendiri merupakan jenis kain tertua yang digunakan manusia, lebih tua dari kain tenun dan rajut. Konon di Turki jenis kain flanel ditemukan sudah digunakan dari jaman 6500 SM. Kain ini adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol, tanpa ditenun. Proses pembuatan kain flanel disebut juga wet felting, yaitu proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan jenis kain flanel atau felt yang beragam tekstur dan jenisnya, tergantung dari campuran bahan pembuatnya. Kain flanel baik digunakan untuk dua tujuan, yakni menahan dingin dan bekerja keras.

Penggunaan motif kotak-kotak untuk flanel diduga bermula dari budaya para 'highlanders' di Scotlandia. Mereka bahkan memakai motif kotak-kotak untuk menandakan klan keluarga, sehingga boleh dikatakan bahwa penggunaan motif kotak-kotak adalah penanda jatidiri sebuah kelompok.

Perkembangan lebih lanjut menunjukkan, bahwa di dunia mode penggunaan motif kotak-kotak justru menjadi fenomena yang unik. Jenis motif ini sesuai dan dapat dipakai untuk semua gaya dari masa ke masa. Motif kotak-kotak pada akhirnya tidak hanya menjadi ciri kaum tertentu, melainkan sangat populer untuk semua kalangan. Kemeja flanel kotak-kotak diproduksi oleh merk ternama untuk konsumen kalangan level atas, tetapi juga dibuat secara massal untuk pengguna dari 'orang kebanyakan'.

Hal menarik lain dari kain flanel kotak-kotak adalah dapat menunjukkan semangat pemberontakan dan perubahan. Anak muda punk menggunakan kain kotak-kotak untuk meniru gaya para leluhur Scotlandia dalam memberontak terhadap hegemoni kerajaan Inggris. Grup band Nirvana juga sempat memakai kemeja ini sembari menyebarkan semangat grunge-nya.


Penggunaan motif kotak-kotak terus bertahan selama puluhan tahun tanpa perlu menggunakan biaya promosi yang besar-besaran. Kesan gagah dan kuat juga tidak menghalangi kain flanel kotak-kotak untuk dapat dipakai oleh kaum wanita dan para gadis, bahkan anak-anak. Kain kotak-kotak pantas dipakai oleh koboi, pekerja bangunan, rapper, aktor, pengusaha, politikus, calon gubernur dan tentu saja mahasiswa baru!

ref: Sammy Davis dan mumiitu


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


1 comment:

  1. bukan syal, tapi syerbets... :D

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]