Populasi Ayam Pelung Kabupaten Bandung Meningkat Tajam

SOREANG, (PRLM).- Potensi ayam pelung di Kabupaten Bandung berkembang sangat pesat. Dari 249 bibit yang pernah diberikan Pemkab Bandung kepada masyarakat pada 2011, kini berkembang sampai populasi 1.811 ayam pelung dalam kurun waktu sekitar setahun. Jumlah tersebut menambah populasi total ayam pelung di Kabupaten Bandung menjadi sekitar 5.300 ekor.

Wakil Bupati Bandung Deden Rukman Rumaji mengatakan, potensi tersebut akan terus digenjot oleh Pemkab Bandung dengan menyebarkan bibit-bibit baru kepada masyarakat di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung dalam waktu dekat. “Kami harap ayam pelung bisa dipelihara sedemikian rupa agar memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyatakat,” ujarnya di sela-sela kontes ayam pelung se-Jawa Barat di halaman komplek Pemkab Bandung, Minggu (29/4/12).

Deden menambahkan, selama ini ayam pelung memang dikenal sebagai ayam kontes yang dipelihara untuk mendapatkan keindahan suaranya yang khas. Saat ini penggemar ayam pelung pun sudah mendunia dan menyebar di 178 negara.

Kondisi itu, kata Deden, jelas menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia, terutama Jawa Barat untuk terus mengembangkan dan melestarikan ayam pelung sebagai satwa khas-nya. Di samping mempertahankan kelestarian, Deden menilai budi daya ayam pelung bisa menjadi peluang usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Deden, perkembangan ayam pelung di Kabupaten Bandung sendiri sangat menggembirakan. Selain populasinya meningkat tajam, tidak sedikit ayam pelung dari Kabupaten Bandung yang telah mampu meraih berbagai penghargaan di kontes-kontes baik tingkat Jawa Barat maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Hermawan mengatakan, kontes ayam pelung yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-371 itu, diikuti sekitar 400 ekor ayam pelung dari berbagai daerah. “Peserta kontes berasal dari seluruh daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta,” katanya.

Hermawan menambahkan, kriteria penilaian kontes tersebut meliputi berat badan, suara dan penampilan. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari enam pakar ayam pelung dari Cianjur, Sukabumi, Garut dan Kabupaten Bandung.

Melihat antusiasme peserta, Hermawan mengatakan, kontes ayam pelung akan digelar kembali dalam peringatan hari jadi Kabupaten Bandung tahun-tahun berikutnya. Hermawan berencana mengundang peserta dari luar Jawa dan luar negeri di tahun mendatang. (A-178/A-108)***

sumber: pikiran-rakyat.com

Post a Comment

No comments