SMK Agro Nurul Huda Ciamis, Sekolah Pencetak Peternak Unggas


Meski baru dirintis 2 tahun, SMK Agro Nurul Huda yang berada di Panumbangan Ciamis ini makin berkembang. Sekolah kejuruan ini mengajarkan pengetahuan industri peternakan unggas pada siswanya sehingga siap menjadi peternak unggas yang unggul. Dari 34 lulusan pertama tahun 2010 ini, 15 diantaranya langsung ditarik untuk bekerja di perusahaan peternakan di Kalimantan.

Kepala sekolah SMK Agro Nurul Huda, Koswara menuturkan, sekolah yang dirikan pada 2008 ini setiap tahunnya makin diminati. Saat ini tercatat ada sebanyak 240 siswa di SMK tersebut.

"Peminatnya setiap tahun meningkat, tapi saya batasi hanya 3 kelas pertahun supaya kualitas terjamin," ujar Koswara saat ditemui dalam sebuah pameran di pendopo Ciamis Jumat (9/12/2011).

Ia mengatakan, pelajaran yang diberikan pada siswa mulai dari penetasan, pakan, breeding dan pengolahan. "Pengajarnya dari para praktisi dan PNS di bidang peternakan," katanya.

Awal mula ia membuat SMK yang khusus mencetak peternak unggul khususnya peternak unggas ini adalah karena Ciamis memiliki potensi sebagai produsen ayam potong terbesar di Jabar.

"Supaya orang Ciamis bisa semakin maju di bidang peternakan," tuturnya.

Lulusan SMK Agro Nurul Huda pun disebut Koswara telah ditunggu berbagai perusahaan peternakan yang bekerjasama. Para lulusan dipersiapkan untuk mampu mengelola seluruh tahapan peternakan unggas seperti halnya lulusan sarjana peternakan. Sarana dan prasarana SMK ini pun menurut Koswara sudah sangat lengkap untuk memenuhi kebutuhan KBM.

"Sama seperti kuliah peternakan, hanya tinggal poles. Dan lulusannya sudah ditunggu. Seperti Kalimantan Timur yang meminta 60 sdm untuk bekerja disana. Harapan saya, lulusan sekolah ini bisa jadi peternak sukses," kata Koswara.

Lulusan pertama SMk ini ada sebanyak 34 orang dimana 15 diantaranya langsung bekerja di Kalimantan, sementara sisanya berwiraswasta bahkan bekerja di luar negeri. Tahun 2012 mendatang SMk Nurul Huda akan meluluskan 80 orang dan langsung akan disalurkan untuk bekerja.

sumber: detikBandung.com

Post a Comment

No comments