Pedagang: Harga Daging Sapi Tak akan Turun Hingga Lebaran

Harga daging sapi sudah naik menjelang bulan Ramadan tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga daging sapi akan terkoreksi. Pedagang daging mengungkapkan bahwa harga daging tidak akan turun hingga Lebaran bahkan cendrung mengalami kenaikan mendekati hari H Lebaran.

"Harga daging masih Rp 80.000/kg, tidak ada tanda-tanda turun, masih tetap seperti 10 hari yang lalu," ungkap Zein pedagang daging di Pasar Sungai Bambu, Jakarta Utara, Rabu (8/08/12).

Harga daging sapi cederung stagnan pada level Rp. 80.000/kg. Sejumlah Padagang menjelaskan bahwa tidak ada sama sekali hambatan distribusi. Sayangnya harga daging tetap bertengger tak berubah selama beberapa pekan. Zein menjelaskan bahwa kemungkinan besar harga daging turun adalah 0% tetapi daging naik adalah 100%.

"0% jika harga daging turun, tetapi 100% jika harga daging naik, menjelang lebaran harga daging nantinya bisa mencapai Rp 100.000/kg," katanya.

Zein mengingatkan bahwa ini adalah sebuah pola yang berulang. Tahun 2011 lalu harga daging jelang Lebaran mencapai Rp 90.000/kg. Tahun ini jelas lebih tinggi dan Zein memperkirakan kenaikan bisa mencapai Rp 100.000/kg.

"Tidak ada masalah dengan distribusi sapi. Daging sapi ini adalah sapi hasil penggemukan dari Jawa lebih khususnya Banten dan Bogor, saya dan pedagang daging lainnya memperkirakan harga bisa mencapai Rp 100.000/kg," paparnya.

Ia dan pedagang daging sapi lainnya mengaku kehilangan omset sebesar 35% karena tingginya harga daging. Zein tidak memperdulikan keputusan Presiden SBY, soal Bulog yang bisa menstabilisasi harga daging.

"Saya tidak memperdulikan dan saya tidak bermain dengan hal semacam itu, yang penting tindakan nyata pemerintah seperti apa agar masyarakat kembali gemar makan daging sapi lagi," tutupnya.

sumber: detik.com

Post a Comment

No comments