01 August 2012

Pekan Kedua Ramadan, Harga Daging Sapi Masih Merangkak

Memasuki pekan kedua Ramadan, harga daging sapi di Kota Bandung masih merangkak naik. Padahal, biasanya pada pekan kedua dan ketiga Ramadan harga daging sapi mulai melandai, untuk kemudian kembali naik pada pekan terakhir Ramadan dan mencapai puncaknya pada H-1 Lebaran.

Berdasarkan hasil survey pemantauan harga Forum Koordinasi dan Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat (Jabar) di empat pasar Kota Bandung, yaitu Pasar Kiara Condong, Kosambi, Hypermart, dan Yogya pada Senin (30/7), pukul 9.00-12.00 WIB, harga daging sapi has dalam diperjualbelikan dengan harga rata-rata Rp 94.167 per kilogram (kg). Sementara daging has luar Rp 85.833 per kg.

Pada pekan sebelumnya, Senin (23/7), daging has dalam masih diperjualbelikan dengan harga rata-rata Rp 91.625 per kg atau naik sekitar Rp 2.500 per kg dalam satu pekan. Sementara daging has luar masih dijual dengan harga Rp 82.733 per kg atau naik sekitar Rp 3.100 per kg dalam satu pekan.

"Harga daging sapi masih terus meningkat, walaupun dengan laju kenaikan yang lebih rendah," ujar Dewan Pengarah FKPI Jabar Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Selasa (31/7).

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng curah dari rata-rata Rp 10.875 per liter menjadi Rp 11.900 per liter. Pada periode yang sama, harga sejumlah minyak goreng kemasan justru mengalami penurunan yang signifikan, rata-rata hingga Rp 6.033 per liter.

Kendati harga daging sapi masih naik, berdasarkan hasil survey FKPI, harga sebagian besar bahan makanan, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, juga bawang mulai menunjukkan penurunan harga. Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas beras kualitas premium atau setara dengan Rojolele dan Sentra Ramos.

Hasil survey menunjukkan, dalam satu pekan terakhir harga beras kualitas medium I (IR 64 I) turun rata-rata Rp 470 per kg dari Rp 9.217 menjadi Rp 8.747 per kg. Sedangkan beras mediun II (IR 64 II) turun Rp 269 per kg, dari Rp 8.832 per kg pada 23 Juli menjadi Rp 8.563 per kg.

Sementara harga beras super I (Rojolele) turun hingga rata-rata Rp 854 per kg dari Rp 10.392 pada pekan lalu menjadi Rp 9.540 per kg. Harga jenis beras super lainnya, Sentra Ramos, turun Rp 502 per kg dari Rp 9.765 per kg menjadi Rp 9.263.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam ras tanpa jeroan, dari rata-rata Rp 29.900 per kg pada 23 Juli menjadi Rp 28.663 per kg. Telur ayam ras juga turun dari rata-rata Rp 17.725 per kg pekan lalu menjadi Rp 16.233 per kg.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah besar yang pada 30 Juli diperjualbelikan dengan harga rata-rata Rp 19.950 per kg. Padahal, pekan lalu harga jual rata-ratanya masih berada pada kisaran Rp 25.583 per kg.

Sementara itu, cabai merah keriting turun dari Rp rata-rata Rp 26.575 per kg menjadi Rp 21.617 per kg. Cabai rawit hijau juga turun dari rata-rata Rp 19.833 per kg menjadi Rp 18.533 per kg.

sumber: PR Online


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]