16 September 2012

Jangan Malu Jadi Anak Peternakan!

Beberapa hari lalu saya dikagetin sama omongan teman saya di fb, (halah lebay) hahaha, dia bilamg begini sama saya, "Eh anak peternakan bauuuuuuu". Rada jengah dan ga' enak hati juga saya digituin secara gitu ya fakultas sendiri di jelekin siapa yang terima...

Saya bilang gini sama dia, "Eh jangan salah, bau-bau juga jadi duit!"

Dia ketawa lagi trus bales, "Apaan, angger weh bau, ga akan jadi duit."

Astagfirulloh, kalo orangnya ada didepan saya udah saya tonjok. Dia sembarangan berkata tanpa tau apa yg dia katakan. Ck ck ck...

Saya ga bales lagi perkataan dia, hanya bisa tertawa.

Hikmah dari kejadian itu yang bisa saya tarik dan simpulkan adalah: janganlah memandang remeh sesuatu yang tidak kamu ketahui, sesungguhnya menurut saya dialah yang akan merugi.

Saya teringat lagi cerita dosen saya, jaman dulu orang-orang mengejek dan menghina karena beliau berasal dari fakultas peternakan. Tak disangka, di kemudian hari orang yang mengejek beliau tersebut ternyata mengelola dan memiliki sebuah peternakan. Subhanallah!

Dosen saya bertanya padanya kenapa dulu dia mengejek beliau, dan akhirnya orang tersebut pun meminta maaf. Dia berkata kurang lebih seperti ini, "Saya tidak tahu kalau ternyata peternakan itu bisa menghasilkan seperti ini..."

Hahaha, jadi saya pun hanya bisa tertawa sekali lagi karena dia termasuk kategori org yg 'POBOK' menurut bahasa sunda, yaitu "dipoyok dilebok"

Kenapa orang-orang mengganggap remeh peternakan, sementara saya jarang melihat mereka menganggap remeh pertanian atau perikanan? Padahal menurut saya ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena sama-sama menyokong kehidupan manusia.

Banyak juga orang yang salah bertanya kepada saya, mereka selalu bertanya, "Kamu itu jurusan apa? Pertanian ya?"

Saya hanya tertawa dan menjawab, "Oh bukan, saya dari peternakan yg bau itu!" dan mereka pun tertawa.

Malah orangtua dan keluarga saya pun kadang salah jika menyebutkan jurusan saya, ada kalanya menyebut pertanian dan juga perikanan. Kalau sudah begitu saya hanya bisa tersenyum kecut.


Memang saya akui disana saya belajar mengaduk-ngaduk kotoran hewan tapi toh tidak salah kan? Kotoran hewan bila dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi sumber uang, lagipula semua manusia juga mengeluarkan kotoran lalu dimana hinanya pekerjaan tersebut? Apa karena bau dan menjijikan? Tidak ada yang hina di mata Allah selama pekerjaan itu halal.

Jadi kawan-kawan, tidak perlulah kita merasa malu menjadi anak peternakan! Seperti yang dosen saya katakan, "Anak peternakan itu hanya merasa susah di awal, dan akan merasakan kesenangan di akhir nanti."

Saya percaya itu bila kita tetap optimis dan mau berusaha, insya Allah semua akan indah pada waktu nya... :D

tulisan inspiratif ini berasal dari nanadhira13 diedit dikit-dikit oleh pulangkandang.com :)



Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


1 comment:

  1. Ga cukup ga malu jd mhsw fapet, tp ga malu krj di bid. Peternakan, krn bnyk lulusan fapet yg gengsi n malu kerja di peternakan

    ReplyDelete


[pulangkandang.com]-> [close]