Antisipasi Distribusi dan Pasokan Daging Sapi

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah harus menjaga distribusi dan stabilitas pasokan daging sapi pasca Idul Adha. Biasanya, usai hari raya tersebut pasokan daging sapi ke pasaran, baik secara kuantitas maupun kualitas, berkurang karena tersedot untuk kebutuhan kurban.

Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Persatuan Pengusaha Daging Sapi Indonesia (Appdasi) Jawa Barat (Jabar), Dadang Iskandar, di Bandung, Jumat (20/10). Padahal, menurut dia, pasca Idul Adha kebutuhan daging sapi selalu melonjak, seiring dengan maraknya pesta pernikahan.

"Persediaan sapi pasca Idul Adha selalu kurang karena sebagian besar terserap untuk kurban. Di sisi lain, permintaan justru melonjak tinggi. Ini harus menjadi perhatian pemerintah.," katanya.

Ketidakseimbangan permintaan dan pasokan tersebut, menurut dia, dipastikan akan mendongkrak harga daging sapi di pasaran. Ia memprediksi, pasca Idul Adha harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Jabar akan naik sekitar Rp 5.000 per kg.

"Saat ini harga daging sapi berkisar antara Rp 75.000-Rp 85.000 per kg. Seminggu setelah Idul Adha harganya kemungkinan bisa naik menjadi Rp 80.000-Rp 90.000 per kg," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah segera melakukan langkah antisipatif, salah satunya dengan menjaga stabilitas distribusi sapi dari Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Selama ini kebutuhan sapi di Jabar umumnya dipasok dari kedua daerah tersebut.

Selain kenaikan harga dan stabilitas pasokan, Dadang mengungkapkan, para pedagang juga mengkhawatirkan kualitas sapi yang masuk ke pasaran. Pada periode ini umumnya peternak lebih memilih untuk menjual sapi berkualitas tinggi untuk kebutuhan kurban.

"Harga daging sapi untuk kebutuhan kurban biasanya lebih bagus. Itulah mengapa pada periode Idul Adha pedagang kesulitan memperoleh sapi. Kalaupun dapat, kualitasnya kurang memuaskan," kata Dadang.

Kondisi itu, menurut dia, tak pelak merugikan para pedagang. "Bagaimana bisa untung yang layak, sapi yang didapat kurus-kurus. Harga dari peternaknya juga biasanya naik," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, menjelang Idul Adha, hingga H+7 permintaan daging sapi di pasar tradisional biasanya turun. Kondisi itu berbanding terbalik dengan permintaan menjalang Idul Fitri, dimana permintaan daging sapi di pasaran justru melonjak tajam. (A-150/A-89)***

www.pikiran-rakyat.com

Post a Comment

No comments