Australia, Negeri Pengirim Berjuta Domba


Bulan Agustus 2012 lalu Kerajaan Saudi Arabia dilaporkan memulai kembali penerimaan impor ternak dari Australia setelah penghentian selama 2 tahun akibat masalah apresiasi nilai mata uang negara pengekspor. Pengiriman pertama importasi ternak tersebut dilaporkan businessweek.com sebanyak 75.000 ekor domba and 6.000 ekor sapi.

Kebutuhan ternak, terutama menjelang hari raya keagamaan di berbagai negara teluk, tidak dapat dipenuhi oleh sumber lokal. Saudi Arabia juga membutuhkan jumlah ternak sangat besar untuk menyokong penyelenggaraan ibadah haji, yang didalam rangkaiannya terdapat pula kegiatan pemotongan hewan kurban.

Australia merupakan salah satu negara pengekspor ternak terbesar di dunia. Setiap tahun negeri ini mengirimkan sekitar empat juta ekor domba ke berbagai negara tujuan. Hewan ternak tersebut banyak diserap oleh negara-negara Timur Tengah, terutama Kuwait dan Arab Saudi yang mengimpor masing-masing satu juta ekor domba per tahunnya. Negara-negara lain di kawasan tersebut yang menjadi pembeli utama domba Australia adalah Oman, Bahrain, Yordania, Qatar and Uni Emirat Arab.

Pengiriman jarak jauh dari negeri kanguru ke Timur Tengah menjadi keprihatinan tersendiri bagi aktivis perlindungan hewan di Australia. Animals Australia mencatat puluhan ribu domba mati dalam perjalanan diatas kapal laut, sebelum mencapai negara tujuan. Kematian ternak dalam perjalanan dan penanganan ternak di negara tujuan membuat kelompok aktivis tersebut mengkampanyekan penolakan terhadap hewan hidup.

Beberapa kasus terbaru menunjukkan pengiriman domba Australia ke negara tujuan juga kerap bermasalah. Kapal pengangkut 50.000 ekor domba sempat dikabarkan aljazeera.com ditolak merapat oleh otoritas Kuwait, dan kapal lainnya yang mengangkut 22.000 ekor domba juga tak diizinkan mendarat di Bahrain.

Meski pihak berwenang Australia mengikat MoU dengan negara tujuan, kekhawatiran terhadap berjangkitnya penyakit tertentu telah membalik keadaan dengan cepat. Pejabat Australia menyebut tindakan negara tujuan ekspor domba tersebut sebagai 'tidak dapat diterima'.

Post a Comment

No comments