Ternyata Sudah Ada Keju di Zaman Batu, 7000 Tahun Yang Lalu!


Manusia periode Zaman Batu yang tinggal di wilayah Eropa Utara ternyata sudah membuat keju pada masa lebih dari 7.000 tahun yang lalu. Beberapa ilmuwan percaya bahwa mereka telah menemukan bukti langsung pertama dari pengolahan susu, sebagaimana dilansir Independent.

Jejak kimia hasil pengolahan susu telah ditemukan pada potongan tembikar berlubang yang digali pada sebuah situs arkeologi di Polandia. Penemuan itu menunjuk pada masa dua ribu tahun sebelum manusia mulai membangun monumen pertama di Stone Henge, Inggris.

Para arkeolog telah menduga hal tersebut pada lebih dari 30 tahun yang lalu ketika pecahan tembikar pertama kali ditemukan di wilayah Kuyavia, Polandia. Pot berlubang diduga digunakan sebagai strainer keju Zaman Batu untuk memisahkan curds (hasil penggumpalan) susu yang solid dari bagian whey yang cair.

Sebuah analisis kimia rinci terkini dari permukaan bagian dalam pot telah menunjukkan bahwa tembikar tersebut memiliki residu tipis kandungan asam lemak yang menunjukkan bahwa saringan memang digunakan untuk mengolah susu menjadi keju.

Penemuan ini menunjukkan bahwa orang-orang prasejarah telah melakukan percobaan untuk mengawetkan susu jauh lebih awal daripada waktu yang diperkirakan sebelumnya. Membuat keju adalah hal penting karena produk tersebut lebih praktis untuk dibawa dibanding susu, dan juga lebih mudah dimakan oleh orang-orang yang tidak bisa mencerna laktosa dalam susu.

"Sebelum muncul hasil penelitian ini, tidak jelas apakah ternak telah digunakan untuk menghasilkan susu mereka di Eropa Utara sekitar 7.000 tahun yang lalu," kata Melanie Salque dari University of Bristol, yang membantu penerbitan hasil penelitian dalam jurnal Nature.

"Kehadiran residu susu dalam saringan -yang terlihat seperti saringan keju modern- merupakan bukti awal langsung tentang adanya pembuatan keju. Selama ini bukti-bukti awal pembuatan keju kebanyakan berupa ikonografi, yaitu lukisan mural tentang pengolahan susu yang menunjuk kepada masa beberapa ribu tahun kemudian dari masa asal pot saringan keju," kata Salque.

Peter Bogucki adalah salah satu arkeolog yang pertama kali menduga bahwa pot berlubang banyak telah digunakan sebagai saringan keju. Ia mengatakan bahwa kemampuan untuk memproses susu merupakan perkembangan penting di bidang nutrisi, pada saat banyak orang tidak mampu mencerna laktosa dalam susu.

"Membuat keju memungkinkan mereka untuk mengurangi kadar laktosa susu, dan kita tahu bahwa pada waktu itu, sebagian besar manusia tidak toleran terhadap laktosa. Membuat keju adalah cara yang sangat efisien untuk mengeksploitasi manfaat gizi dari susu, tanpa menjadi sakit karena laktosa," kata Dr Bogucki.

Post a Comment

No comments