18 January 2013

Benarkah Beternak dan Memakan Daging Kelinci Hukumnya Haram dalam Islam?

Budidaya kelinci sudah lama dijadikan aktivitas sebagian masyarakat Indonesia, dan daripadanya diperoleh pendapatan secara ekonomis serta bahan pangan yang bergizi tinggi. Meski demikian, masih ada juga pertanyaan muncul dari kalangan masyarakat lainnya mengenai tinjauan fiqh atau hukum Islam tentang kehalalan daging kelinci dan usaha peternakannya. Apakah benar daging kelinci dan menenrakkannya haram?

Uraian singkat tetapi gamblang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.HI., pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya yang juga menjabat Ketua Bidang Fatwa MUI Jatim. Ulama tersebut, sebagaimana dilansir oleh laman yppnurulhuda.com, menyampaikan jawabannya:


Hewan atau binatang dalam tinjauan syari’at itu dibagi dua, hewan darat dan hewan laut. Adapun hewan laut semuanya halal dimakan oleh manusia. Sesuai firman Allah swt, "Dihalalkan bagimu binatang buruan laut sebagai makanan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan." (Q.S. al-Maidah : 96). Begitu juga Rasulullah ketika ditanya tentang laut, beliau menjawab: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." (H.R. Muslim).

Namun yang berkenaan dengan binatang darat, ada yang dihalalkan dan ada yang diharamkan. Tentang binatang yang diharamkan dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, diantaranya Allah SWT berfirman: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Nama Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala." (Q.S. al-Maidah : 3)

Dari penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an dan beberapa hadits para ulama fiqh memberi kriteria binatang darat yang diharamkan. Diantaranya, binatang yang najis, buas, beracun, menjijikkan, bertaring, amfibi, disembelih dengan cara yang tidak disyari'atkan dan lain-lain.

Adapun 'kelinci' menurut analisa para ulama bukan termasuk binatang yang diharamkan dimakan dagingnya atau diternak. Bahkan ada riwayat yang mengatakan ada sebagian sahabat yang memberikan daging paha kelinci kepada Rasulullah dan beliau menerimanya.

Dari sahabat Anas R.A., ia berkata: "Melintas di depan kami seekor kelinci di gang Marridzahran, maka orang-orang mengejar dan menangkapnya, dan aku mendapatkannya, maka aku memberikan kepada Abu Thalhah lalu disembelihnya. Dan ia mengirimkan kepada Rasulullah kedua pahanya dan beliau menerimanya." (H.R. al-Jamaah. Lihat: Naial-Authar, juz 7 hal : 137)

KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.HI. menutup rangkaian uraiannya dengan tegas, dengan menyatakan "Beternak kelinci itu hukumnya boleh dan halal memakan dagingnya juga memperjualbelikannya."

Semoga penjelasan tersebut bermanfaat bagi yang memerlukan, dan menambah wawasan tentang sisi lain dalam dunia peternakan. Bagaimanapun, pendapat berbeda tetap hidup dan diyakini sebagian pihak tentang perkara yang sama, dan dalam hal tersebut diperlukan kedewasaan dalam menerima perbedaan.


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]