Makepung, Adu Lari Kerbau Gaya Jembrana


Konon Makepung berarti berkejar-kejaran, dulunya merupakan permainan rakyat yang dilakukan oleh para petani Jembrana Bali di sela-sela aktivitas menggarap sawah. Seiring berjalannya waktu, adu lari kerbau ini menjadi salah satu icon pariwisata Bali yang mempesona, dan boleh dipadankan dengan karapan sapi Madura yang terkenal.

Beberapa foto keren muncul di laman DailyMail beberapa waktu silam, yang merupakan hasil bidikan apik Robertus Pudyanto (41), seorang fotografer Surabaya. Kemunculan adu balap binatang ternak di laman berita internasional tersebut kembali menunjukkan kekayaan pesona budaya nusantara yang membanggakan.

Makepung sudah mengalami banyak perubahan. Dulu setiap joki ditarik seekor kerbau saja, tetapi sekarang menjadi dua ekor. Kerbau yang tampil pun sekarang didandani dengan hiasan yang sangat meriah, menambah semarak perhelatan tradisional ini. Jumlah peserta makepung pun dapat mencapai ratusan pasang kerbau.

Aturan permainan makepung terbilang unik, sebab peserta yang menang bukanlah pasangan kerbau yang tercepat sampai di garis finish lintasan sejauh 1-2 km berbentuk U. Pasangan kerbau yang sampai di ujung lintasan dengan jarak 10 meter didepan musuhnya akan dinyatakan sebagai pemenang, tetapi sebaliknya jika peserta lain tersebut dapat mendekati musuh didepannya dalam jarak kurang dari 10 meter, maka yang dialah peserta yang menang.

Sayangnya, ada catatan sedih mengenai perlakuan joki pada ternak kerbau yang gagah dan perkasa yang dijadikan hewan balapan berkecepatan hingga 30 mph (48km/jam) tersebut. Menurut alambudaya.com kadang joki makepung menggunakan semacam tongkat yang memiliki duri-duri tajam di ujungnya untuk mencambuk kerbau pacuan. Hal tersebut menyebabkan kadang ternak-ternak tersebut sampai di garis finish dalam keadaan berdarah-darah.

Post a Comment

No comments