Daging Sapi, Mahasiswi, Hingga Konspirasi

Mereka yang akrab dan selalu ikut mengamati berita dunia peternakan, hari-hari ini disuguhi dahsyatnya gonjang-ganjing politik karena urusan daging sapi. Bacalah berita-berita terkait sapi di hari-hari terakhir ini, baik di media cetak atau online. Apa yang Anda dapat? Teori tentang kemandirian pangan, khususnya swasembada daging sapi, mungkin akan terselip di sana-sini, tetapi tidak sebagai sajian utama pencerah pikiran publik. Yang ada adalah kabar-kabar tentang 'pengaruh buruk' daging sapi terhadap dunia politik negeri ini.

Penangkapan KPK terhadap Presiden PKS, Luthfie Hasan Ishaaq, yang kemudian lengser dari jabatannya di partai tersebut, memang sangat menggemparkan. Inilah babak baru perang terhadap korupsi, yang ironisnya ternyata menimpa pemimpin partai politik Indonesia yang selalu menggunakan jargon 'bersih'. Sebelumnya belum pernah ada ketua partai yang ditahan karena diduga korupsi, bahkan meskipun sudah ramai dituding banyak orang.

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dari PT. Indoguna Utama terkait rekomendasi kuota impor daging. Kementerian Pertanian mengungkapkan, PT. Indoguna Utama mendapat jatah impor tertinggi daging sapi untuk industri di tahun 2013. Perusahaan tersebut mendapat jatah impor sebesar 2.995 ton atau 15 persen dari total kuota impor tahun 2013 (Kompas.com).

foto: oels @ flickr
KPK menangkap pula dua orang lainnya bersama Luthfie, dan mereka bukan pula orang sembarangan. Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi adalah dua direktur PT. Indoguna Utama, sebuah perusahaan importir daging sapi, yang diduga menyuap Presiden PKS. Uang sebesar 1 milyar rupiah tunai dalam pecahan seratus ribuan diserahkan melalui Ahmad Fathanah, yang lantas ditangkap tangan oleh KPK.

Urusan suap untuk daging sapi tak hanya menyeret para direksi, tapi juga seorang mahasiswi. AF yang diduga menjadi kurir suap untuk LHI, melakukan manuver improvisasi setelah menerima uang kontan 1 milyar rupiah. Ia meluncur ke sebuah hotel bintang lima, Le Meridien, untuk melakukan pertemuan ekstra -tidak tentang daging sapi- dengan Maharany Suciyono, seorang mahasiswi Fakultas Komunikasi PTS ternama di Jakarta.

Gadis itulah yang kemudian ikut ditangkap bersama AF di sebuah kamar hotel tersebut Selasa (29/1/2013). Merdeka.com bahkan secara khusus mencari informasi tentang hal ihwal sang mahasiswi dalam liputannya, yang juga tentu saja isa inytak berkaitan dengan urusan importasi daging sapi. Jika sang mahasiswi benar 'dipesan' untuk menemani kurir pengantar suap politisi, PTS-nya menyatakan tak segan memberi sanksi. Menariknya, bumbu kisah tentang sang mahasiswi masih ditambahi dengan kabar tentang kediaman gadis tersbut yang satu wilayah RT dengan LHI di Kramatjati. SC sendiri kemudian dilepaskan KPK karena dianggap tidak terlibat.

Lengsernya Presiden PKS kemudian diikuti pemilihan pejabat baru untuk mengisi posisi vital tersebut. Pemimpin baru tersebut lantas membuat pernyataan kontroversial bahwa pengkapan LHI adalah sebuah konspirasi. Konspirasi siapa dan untuk apa? Lagi-lagi itu bukan tentang produksi daging sapi, melainkan lebih benyak tentang ihwal kekuasaan. Kekuasaan yang sekian lama menelantarkan swa sembada daging selama ini.

Daging sapi bisa membuat menteri satu berseberangan dengan menteri lainnya, apatah lagi menteri dengan DPR di sisi lainnya. Seorang menteri bahkan berkali-kali mangkir dari pertemuan dengan sebuah komisi parlemen karena urusan daging sapi. Dahlan Iskan menyampaikan sikapnya untuk lebih mengurusi peternakan sapi BULI (Berdikari Union Livestock) di Desa Bila, tidak jauh dari Danau Tempe di Kabupaten Siddenreng Rappang (lazim disingkat Sidrap), Sulawesi Selatan. Ia berharap peternakan tersebut dapat menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan 50.000 ekor ternak sapi diatas lahan seluas 6.000 hektar.

Ambisi DI, seperti biasa memang luar biasa dan mencengangkan. Sayangnya, perhatian publik dan media nampaknya lebih tertuju pada mahasiswi dan konspirasi, bukan pada diskusi produksi daging sapi. Kalau berita tentang BULI adalah good news, tak berarti cukup seksi ditayang berkali-kali. Sebaliknya, penelusuran tentang mahasiswi panggilan dan konspirasi jahat, meski berkonotasi muram, adalah good news untuk didramatisasi dari sejak pagi hingga dinihari di ruang publikasi.

Post a Comment

No comments