Belajar Tentang Basmalah Pada Kang Bonny

Kebutuhan daging dan susu di Indonesia tak diragukan lagi sangat besar volumenya dan memunculkan aktivitas ekonomi yang luar biasa. Kisruh daging sapi yang masih hangat dibicarakan merupakan salah satu bukti dahsyatnya pengaruh hal tersebut pada kehidupan bangsa. Meski krisis daging memunculkan kebobrokan-kebobrokan yang selama tertutupi, sebagaimana coba diurai oleh KPK dan analisi banyak pengamat dan praktisi, tetapi bukan berarti segala sesuatunya boleh selalu dilihat dari kacamata yang suram.

Setidaknya hal itu tergambar dari pelajaran penting tentang keberanian seorang Bonny Irvan Faizal, pengusaha muda jebolan Fakultas Peternakan Unpad Angkatan 1993 yang sekarang menjadi owner sekaligus pengelola 'Abah Otje Domba & Sapi Bakar' di sekitar kawasan wisata Cipanas Garut Jawa Barat. Usaha yang terus menunjukkan geliat kemajuan tersebut memberi inspirasi dan harapan pada mereka yang terus memandang masa depan dengan perspektif positif.

Apa bekal Kang Bonny, demikian ia akrab disapa, untuk memulai aktivitas bisnisnya?

"Bismillah we kang...," jawabnya singkat dan tegas ketika diminta berbagi tips dan pengalaman oleh pulangkandang.com.

Basmalah seorang Bonny menunjukkan tekad kuat untuk berikhtiar sembari meyakini keluasan karunia Ilahi dibalik peluang dunia bisnis yang diterjuninya. Berbekal konsistensinya di dunia peternakan, alumnus yang masih hafal benar nomor NPM-nya semasa kuliah di Jatinangor ini memulai pembekalan dirinya dengan mendalami ilmu peternakan di kampus Fapet Unpad dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Ia menyatakan rasa syukurnya mendapat pendidikan formal peternakan dan meraup banyak pengalaman organisasi di Senat Mahasiswa serta kelompok profesi.

Bonny menekuni bisnis sapi potong semenjak lulus dari bangku kuliah, dan sempat pula mengecap dunia kerja di feedmill selama enam tahun hingga tahun 2006. Alumnus Fapet Unpad yang mengakui dengan jujur 'bobogohan sareng junior' sebagai pengalaman termanisnya selama berkuliah tersebut, kemudian aktif sebagai SMD (Sarjana Membangung Desa) komoditas domba garut pada tahun 2009. Aktivitas sebagai SMD tersebut jugalah yang membawa ide pembukaan 'Abah Otje' sebagai pengembangan lebih lanjut budidaya yang digelutinya.


Respon konsumen yang positif, disebabkan belum adanya resto khusus olahan domba garut, memacu Bonny untuk mengembangkan lebih lanjut usaha tersebut. Ia berencana mengintegrasikan usaha tersebut dari hulu hingga hilir, sehingga nantinya 'Abah Otje' tak hanya menghadirkan resto, tapi juga dilengkapi wisata domba garut berupa kunjungan ke kandang dan butcherynya. Tak lupa ia melengkapi juga resto tersebut dengan olahan dari daging sapi dan ayam untuk memberi pilihan pada customer.

Belajar dari Kang Bonny adalah menyerap optimisme dan keyakinan, dengan didukung oleh ilmu dan pengalaman yang terus berkembang.

"Melihat kondisi sekarang, dibalik kisruh daging impor sebenarnya terbuka potensi pasar yang menjadi peluang untuk kita peternak rakyat menghasilkan produk lokal. Waktunya kita sebagai penggerak peternak rakyat untuk bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tegasnya memberi semangat. Ia pun tak lupa mengajak semua alumni Fapet Unpad untuk 'Do the Best!'.

Post a Comment

No comments