Berbekal Pede dan Bau, Maba Fapet Unpad Sukses Membajak Bus Damri!

Penutupan 'Mabim Inténsif' tiba juga, setelah beberapa hari masa bimbingan mahasiswa baru Fapet Unpad yang terasa panjang dan menyesakkan. Hari itu kami diwajibkan menggunakan celana jeans, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Setiap hari selama Mabim kami hanya diperbolehkan memakai celana berbahan katun.

Ternyata..., kegiatan hari penutupan tersebut ditutup dengan super istimewa. Kami dipaksa harus menghirup 'material tertentu' yang bau-bau, dan yang lebih dramatisnya bau yang menyengat itu dibuat bersenyawa dengan baju dan celana jeans kami. Singkat kata, kami direndam dan dimandikan dengan kotoran ternak!

Stop dulu. Justru pengalaman itu yang membuat kami mencintai kampus ini, membuat kami tidak menyesal kuliah di sini, membuat kami bangga menjadi bagian kecil dari keluarga besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Cerita memang belum berakhir di situ. Puncaknya, justru pada saat perjalanan pulang, sesudah acara mandi sore bersama itu berakhir. Kebanyakan dari kami setiap hari pulang menggunakan Bus Damri. Saat itu, karena badan kami yang sangat 'wangi' , orang-orang yang asalnya juga naik bus tidak mau lagi berdekatan dengan kami.

Sore yang penuh kenangan. Kami dengan penuh percaya diri (pede atuh, dong!) sukses melakukan pembajakan bus Damri, tanpa konfrontasi. Penumpang lain, dengan sukarela dan penuh kepasrahan, turun sembari menutup hidung, sehingga akhirnya isi bus 99% terdiri maba Fapet Unpad.

Itulah, sebagian saja dari kenangan Mabim, yang nanti kita akan saling ceritakan lagi dengan teman-teman di acara Pulang Kandang, 3 September 2016.

Ayo..., siapkan ceritamu, bernostalgialah, dan mari kita "sosonoan". Saya tunggu, saya sudah rindu dengan kalian....

(Kontributor: Reka Gayantika aka Mang Bohay™. Foto © Adri P, "diving mabim'92")

Post a Comment

No comments