Kisah Sampson, Kuda Terbesar Di Dunia, Yang Bernasib Malang

Sebesar apa sih ukuran kuda terbesar yang pernah ada di dunia ini? Konon, nenek-moyang para kuda dulunya berukuran kecil saja, tidak sebesar dan segagah kuda sekarang. 50 juta tahun lalu, leluhur kuda diduga hanya seukuran anjing kecil. Setelah melewati waktu yang sangat panjang dan adanya campur tangan manusia, mereka meningkat ukurannya secara perlahan. Jenis kuda pekerja, atau kuda beban yang mampu menarik barang beberapa kali berat tubuhnya, yang digunakan untuk mendukung alat-alat pertanian atau alat sejenisnya, telah menjadi asal-muasal lahirnya jenis kuda terbesar.

Kuda terbesar yang pernah tercatat, baik menurut tinggi maupun bobotnya, menurut laman modernfarmer.com, adalah ‘Sampson’, seekor kuda jenis Shire yang dilahirkan pada tahun 1846 di Toddington Mills, Bedfordshire, Inggris. Pada usia 4 tahun, bobot tubuhnya mencapai 3.360 pounds atau 1.524,07 kg. Tinggi badan Sampson juga sangat fantastis, yakni 21,25 hand atau setara 215,9 cm menurut catatan Guinness Book of World Records. (Catatan: pengukuran tinggi kuda secara resmi menggunakan satuan hand). Sayang sekali dokumentasi gambar Sampson tidak tersedia, besar kemungkinan karena pada masa itu belum tersedia alat-alat fotografi secanggih sekarang.

Ukuran Sampson di usia yang masih muda memang luar biasa. Sebagai perbandingan, dapat dibayangkan dengan melihat ukuran runner up-nya, yakni kuda bernama ‘King LeGear’. Kuda tersebut berasal dari jenis Clydesdale, pada usia 7 tahun tingginya mencapai 20,5 hand dan bobotnya ‘hanya’ 2.950 pounds atau 1338,1 kg. Pengukuran dilakukan di sekitar penghujung abad 20. Kuda ini milik Dr. L.D. LeGear, seorang pendiri perusahaan obat-obatan veteriner yang berdomisili di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat.


Sampson, karena ukurannya yang begitu besar, mendapatkan nama julukan baru: Mammoth, merujuk pada nama hewan besar dari jaman purbakala. Meski begitu, kehebatan Sampson atau Mammoth sayangnya tidak berlaku dalam hal kejantanannya. Kuda raksasa tersebut bahkan harus menjalani kastrasi (pengebirian).

Kehebatan Sampson, sekaligus nasib buruknya tak mampu menghasilkan keturunan, merupakan sebuah paradoks. Tak heran, hal itu sampai melahirkan semacam sindiran atau olok-olok. Sebagaimana salah satunya tercantum pada “The Omnificent English Dictionary In Limerick Form” ini:

Thomas Cleaver’s horse Sampson stood tall—
By all records the tallest of all.
Still under age two,
How his testicles grew!
Tom bawled, “Soon he won’t fit in his stall!”

Post a Comment

No comments