19 July 2011

Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS, “Untuk Sukses, Mahasiswa Perlu Kenali Dunia Profesinya”


Kenalilah duniamu dan rumahmu. Hal inilah yang diyakini dosen Fakultas Peternakan Unpad, Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS yang selama ini dikenal aktif di berbagai organisasi profesi peternakan. Bagi Rochadi, dunia peternakan adalah “rumah” yang perlu ia kenali isinya lebih dalam. Dengan aktif di berbagai organisasi profesi peternakan, ia dapat lebih mengenal “rumah” serta siapa saja orang yang ada di dalamnya.

“Istilahnya, rumah kita adalah fakultas dan dunia profesinya. Jadi fakultas dengan dunia profesinya itu tidak bisa dipisahkan,” ujar Rochadi saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpad, Selasa (28/06). Dengan demikian, ibarat kita sedang berada di “teras rumah” bidang ilmu yang kita tekuni, kita harus tahu apa dan siapa saja yang berada di ruang tengah, dapur, halaman belakang, dan semua yang berada di “rumah” kita.

“Jadi kalau dia mau masuk ke rumahnya bidang peternakan, dia harus masuk ke ruang dalam. Kenali di ruang dalam itu ada siapa saja. Ya ada industrinya, ada semuanya, Dalam rumah bidang peternakan, profesi ada disitu,” ujar pria kelahiran 11 Juni 1953 ini.

Pengenalan profesi ini terutama penting bagi mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah. Menurut Rochadi, mahasiswa yang mengenal “rumah”nya dengan baik, akan mudah dalam mendapatkan pekerjaan ketika baru lulus sarjana. Hal ini ia buktikan dengan pengalamannya sendiri dan beberapa mahasiswanya.

“Saya buktikan, begitu saya lulus penawaran untuk bekeja itu datang dari mana-mana, dan saya perhatikan anak didik saya yang mengenal profesinya, begitu dia lulus sarjana, dia dicari orang,” ujar Rochadi. Bukan hanya itu, dengan aktif di organisasi profesi kita juga akan mengalami kemudahan dalam melakukan praktik lapangan dan mencari fasilitas penelitian.

Selain aktif dalam kegiatan organisasi profesi, cara yang dilakukan untuk dapat lebih mengenai “isi rumah” ini adalah dengan banyak membaca lingkungan, minimal membaca koran dan mengamati kasus terkait bidang yang sedang digeluti. Yang terpenting adalah kita harus selalu aware dan tahu apa yang terjadi di masyarakat setiap saat, serta ada keinginan untuk tahu lebih lanjut.

Rochadi memang sudah aktif dalam organisasi profesi sejak ia masih menjadi mahasiswa jenjang S-1. Saat itu, ia yang sedang menjabat sebagi Ketua Senat Mahasiswa diundang dalam suatu organisasi profesi untuk melakukan kegiatan. Sejak saat itu, ia mulai berpikir akan dunia dan masa depannya ini.

Ia merupakan salah satu orang yang terlibat dalam pembentukan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia pada tahun 1976 di Lembang. Pada saat itu, ia bertindak sebagai notulen. Kemudian pada tahun 1984, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia hingga sekarang.

Selain itu, Rochadi saat ini juga menjabat sebagai Ketua II Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia, Dewan Pakar Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia, Anggota Dewan Persusuan nasional, Pengurus HKTI Jawa Barat, dan Anggota Dewan Riset Daerah Jawa Barat. Di Unpad, Rochadi bukan hanya aktif sebagai staf pengajar di Fapet Unpad, tetapi juga aktif dalam Komisi Pertimbangan Penelitian LPPM Unpad, dan kini ia menjabat sebagai ketua tim Rencana Induk Penelitian (RIP) Unpad.

Rochadi memang sangat mencintai dunianya ini. Dulu, ia tertarik terjun di dunia peternakan karena ia melihat bahwa peternakan merupakan bidang yang paling prospektif kedepannya. Hal ini dikarenakan salah satu sumber pangan masyarakat, yakni protein hewani ada di peternakan.

“Waktu itu yang berminat sekolah di peternakan masih sedikit. Tapi saya berpikir justru itu chance untuk bisa berkiprah, kemudian mengembangkannya, karena potensinya sangat besar dan luas. Ternyata memang iya,” ungkap Rochadi yang juga pernah menjabat Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Fapet Unpad ini.

Kemudian di bidang peternakan, ia lebih banyak mengkaji mengenai sapi potong, khususnya dalam bidang sosial ekonomi, seperti dalam hal kemitraan, pengaruh harga terhadap nilai inflasi, mengenai pendapatan masyarakat, pengembangan wilayah, dan sebagainya. Menurutnya,nilai daging sapi memiliki nilai strategis bagi stabilitas nasional. Daging sapi memiliki daya ungkit ekonomi yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Namun sayangnya, masih ada berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat terkait hewan ternak, khususnya sapi potong ini. Rochadi menilai bahwa peternak sapi di Indonesia belum menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Misalnya dari segi harga yang kurang menguntungkan, karena semakin banyaknya daging import masuk ke Indonesia sehingga peternak dalam negeri kalah bersaing. Selain itu, akhir-akhir ini juga muncul kasus terkait animal welfare di sejumlah pemotongan hewan di Indonesia.

Berbagai permasalahan ini, menurut Rochadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga perlu adanya peran dari perguruan tinggi. Salah satunya adalah untuk mengingatkan pemerintah terkait berbagai kebijakan yang harus diperbaiki. Hal inilah yang terus berusaha ia lakukan. “Ini adalah sumber riset, sumber pembelajaran, yang sementara ini banyak yang tidak aware terhadap kejadian-kejadian seperti ini,” tuturnya.

Bukan hanya itu, sejak awal tahun 2000an Rochadi juga berusaha mengungkapkan isi pikirannya mengenai dunia ternak dalam artikel yang ia tulis untuk surat kabar. Saat ini, sudah ratusan tulisannya yang dimuat di berbagai surat kabar ternama di Jawa Barat. Rochadi pun turut mengelola website duniasapi.com yang membahas berbagai hal tentang sapi. Dalam tulisannya itu, ia bukan hanya memaparkan tentang fenomena menarik yang sedang terjadi, tapi juga berusaha untuk memberikan solusinya. Kedepannya, ia berharap ratusan tulisannya ini dapat ia susun untuk menjadi sebuah buku ajar yang dapat bermanfaat untuk mahasiswanya. “Tapi sekarang saya sedang membutuhkan mitra untuk menyusun buku ini, seseorang yang mengerti tentang hal itu,” ungkapnya. *

sumber: www.unpad.ac.id

note: Kang Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS adalah alumni Fapet Unpad dari Angkatan 1973.


Silakan copy-paste dengan tetap mencantumkan link sumber


No comments:

Post a Comment


[pulangkandang.com]-> [close]